Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
Nasional
22 jam yang lalu
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
2
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
Politik
11 jam yang lalu
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
3
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
Politik
14 jam yang lalu
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
4
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
DPR RI
17 jam yang lalu
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
5
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
Peristiwa
14 jam yang lalu
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
6
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Nasional
22 jam yang lalu
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ternyata Natuna Simpan Gas Alam Terbesar

Ternyata Natuna Simpan Gas Alam Terbesar
Ilustrasi: PGN
Senin, 06 Januari 2020 13:34 WIB
JAKARTA - Natuna dilirik China, polemik pun terus bergulir. Ternyata di Natuna, tepatnya di Blok East Natuna, terkandung cadangan gas alam sebanyak 49,87 triliun kaki kubik (TCF), dan ini adalah lokasi dengan cadangan terbesar dari total cadangan gas Indonesia yang mencapai 144,06 TCF.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan gas bumi sebanyak 144,06 TCF itu, terdiri dari cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 TSCF dan cadangan potensial (P2) 42,84 TSCF.

Selain di Blok East Natuna, cadangan besar tercatat ada di Blok Masela di Maluku sebanyak 16,73 TCF, Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar sebanyak 2,66 TCF, dan lainnya.

East Natuna direncanakan baru bisa memproduksi gas pada tahun 2027. Lamanya produksi karena belum ada teknologi yang mempuni untuk menyedot gas di kedalaman laut Nantuna.

Berbeda dengan blok lain di Natuna, gas yang diproduksi dari East Natuna tak dijual melalui pipa ke Singapura, namun diharapkan bisa disalurkan ke Jawa lewat pipa yang tersambung dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan sampai ke Jawa Tengah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kompas.com
Kategori:GoNews Group, Umum, DKI Jakarta, Kepulauan Riau
wwwwww