Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
24 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton

Warga Penderita Kanker di Thailand Akui Manfaat Minyak Ganja

Warga Penderita Kanker di Thailand Akui Manfaat Minyak Ganja
Minyak Ganja yang mulai dilegalkan dan dibagikan gratis pada pasien di Thailand. (apnews.com)
Senin, 06 Januari 2020 23:11 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Warga Thailand, Chamroen Nakurai (57), didiagnosis menderita kanker kelenjar getah bening dua tahun lalu. Dia mengatakan minyak ganja membantu mengurangi efek samping dari kemoterapinya, tetapi dia hanya bisa mendapatkannya melalui pemasok ilegal.

"Perawatan ini tidak tersedia secara luas dan biayanya cukup tinggi jika Anda mengunjungi klinik Ilegal," kata dikutip dari apnews.com, Senin (6/1/2019).

Hari ini, Thailand resmi membuka klinik yang memberikan minyak ganja untuk perawatan medis. Sebuah langkah maju dalam kebijakan pemerintah untuk mempromosikan penggunaan produk ganja yang berlisensi untuk mengurangi gejala berbagai penyakit.

Sekitar 400 pasien, banyak dari mereka yang menderita kanker, diberi minyak secara gratis di klinik unggulan di Kementerian Kesehatan Masyarakat di pinggiran kota Bangkok.

Empat formulasi awal yang diberikan digunakan untuk mengobati kondisi seperti migrain, insomnia, mual, mati rasa, dan nyeri. Obat-obatan disebut-sebut berdasarkan pengobatan tradisional.

Chamroen Nakurai bersyukur karena "layanan ini gratis dan siapa pun dapat mengaksesnya,".

Di Indonesia, salah satu penderita kanker, Ria Irawan, baru saja meninggal dunia.Riwayat penyakit Ria Irawan ini, bermula dari diagnosis kanker endometrium atau kanker dinding rahim. Ria pun menjalani operasi pengangkatan rahim pada 30 September 2014.

Saat operasi, dokter melakukan biopsi dan menemukan bahwa kanker Ria ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening bagian panggul.

Ria pun menjalani kemoterapi dan pada tahun 2014, kanker getah bening yang diidapnya dinyatakan sembuh. Dia bahkan aktif bermain film hingga 2019.

Sayangnya, kabar buruk kembali menerpa Ria. Pada pertengahan 2019, Ria kembali sakit kanker. Kali ini, penyakitnya bahkan sudah menjalar ke paru-paru hingga otak.***

Sumber:apnews.com
Kategori:Badminton, PON, DKI Jakarta
wwwwww