Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
20 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
21 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
19 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
20 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
20 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Megawati yang Tak Lulus Kampus, Mampu Raih 9 Gelar Doktor Kehormatan

Megawati yang Tak Lulus Kampus, Mampu Raih 9 Gelar Doktor Kehormatan
Foto: Detik.com
Senin, 06 Januari 2020 21:50 WIB
JAKARTA - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menerima gelar doktor kehormatan atau honoris causa yang ke-9 di Jepang.

Menurut Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP, Ahmad Basarah, gelar-gelar yang diterima Presiden RI ke-5-sekaligus presiden perempuan pertama di RI ini, "membuktikan bahwa Megawati tokoh otodidak yang mampu menyerap praktik disiplin ilmu langsung dari lapangan,".

"Ia sukses memimpin parpol terbesar di Indonesia dan segudang prestasi lainnya telah membuktikan kapasitas intelektual dan skill leadership Bu Mega," kata Basarah di Tokyo, Jepang, Senin (6/1/2020).

Untuk diketahui, Megawati pernah menempuh pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 1965-1967 dan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta 1971-1972. Namun kuliahnya tak pernah tamat karena faktor politik setelah dijatuhkannya Bung Karno pada masa awal Orde Baru.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, kondisi tersebut tak memungkinkan Megawati untuk melanjutkan kuliahnya.

"Kondisi politik jatuhnya Bung Karno dan sikap penguasa pada saat itu tak memungkinkan Ibu Megawati melanjutkan dan menamatkan kuliahnya," ujar Hasto.

Meski demikian, gelar doktor kehormatan yang ke-9 nanti menjadi bukti bahwa kapasitas Megawati diakui di dalam maupun luar negeri.

"Penganugerahan ini pengakuan perguruan tinggi dalam dan luar negeri atas kapasitas intelektual dan prestasi membanggakan Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto.

Sebelumnya, Megawati menceritakan saat dirinya terganjal kuliah karena kondisi politik. Megawati kemudian mendapat nasihat dari ayahnya, presiden pertama RI Sukarno, hingga akhirnya menuntut ilmu secara otodidak.

"Jadi ketika saya tidak dibolehkan kuliah karena keadaan politik, ayah saya hanya mengatakan begini. 'Sudah cari ilmu pengetahuan di mana saja'. Jadi maksudnya saya otodidak. Dari situ saya senang baca, bertanya, saya senang diskusi dan hal itu yang mungkin membuat akhirnya ada nilai sehingga orang berikan honoris causa pada saya," papar Megawati.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Pendidikan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww