PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
![]() |
| Atlet Triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi, peraih lima medali emas dan dua medali perak SEA Games Thailand 2025. (Dok. Martina Ayu Pratiwi) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Federasi Triathlon Indonesia (FTI) menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan atas keputusan Southeast Asian Games Federation (SEAGF) pada 30 Oktober 2026 yang menetapkan bahwa cabang olahraga (cabor) triathlon yang merupakan cabor Olimpiade tidak dipertandingkan pada SEA Games XXXIV Malaysia 2027.
“Kami tentu menyayangkan triathlon yang merupakan cabor Olimpiade tidak menjadi bagian pada SEA Games 2027, terlebih setelah atlet-atlet Indonesia menunjukkan prestasi pada edisi sebelumnya hingga event Asian Games 2026," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI), Armand van Kempen dalam siaran pers yang diterima Rabu (4/11/2026).
Tidak hanya triathlon, cabor unggulan lain seperti gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, juga masuk dalam daftar yang dicoret SEAGF pada SEA Games edisi ke-34 tersebut.
"FTI menghormati keputusan SEAGF, namun berharap agar evaluasi program pertandingan pada penyelenggaraan SEA Games berikut dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap keberlanjutan cabang olahraga dan kesempatan berkompetisi secara adil bagi seluruh negara anggota," kata Armand.
Prestasi triathlon Indonesia dalam tiga edisi terakhir SEA Games menunjukkan perkembangan signifikan. Pada SEA Games Vietnam 2021 (2022), Indonesia meraih 2 medali perak dan 3 perunggu. Capaian tersebut meningkat menjadi 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu pada SEA Games Kamboja 2023, lalu menjadi juara umum dengan 7 emas, 3 perak, dan 1 perunggu pada SEA Games Thailand 2025.
Tidak dipertandingkan triathlon yang menjadi cabor unggulan Indonesia pada SEA Games 2027 bukan hanya menghilangkan kesempatan atlet Indonesia mempertahankan prestasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesinambungan pembinaan, perencanaan kompetisi, dan pengembangan prestasi jangka panjang triathlon di Asia Tenggara.
Oleh karena itu, FTI mendorong adanya evaluasi dan komunikasi konstruktif bersama, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), SEAGF, Triathlon Malaysia serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan kepentingan pembinaan atlet dan keberlanjutan olahraga triathlon di Asia Tenggara tetap mendapat perhatian.
FTI tidak ingin melihat keputusan ini semata-mata dari sisi kehilangan peluang medali. Hal yang lebih penting adalah bagaimana keberlanjutan pembinaan dan kesempatan berkompetisi bagi para atlet tetap terjaga. Federasi Triathlon Indonesia akan terus mempersiapkan atlet untuk bersaing di tingkat Asia, dunia, hingga Olimpiade. "Prestasi yang telah dicapai harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh, bukan berhenti karena perubahan agenda multi-event regional.”
Untuk itu, FTI akan melanjutkan pembinaan prestasi secara terarah, berkelanjutan, dan berbasis pendekatan ilmiah. Program pembinaan akan tetap difokuskan pada peningkatan daya saing atlet melalui penguatan sistem pelatihan, pengembangan kompetensi pelatih, serta partisipasi dalam kejuaraan tingkat Asia dan dunia, termasuk upaya memenuhi persyaratan kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028. ***
| Kategori | : | SEA Games, DKI Jakarta |













