Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Haji Lulung ke Abu Janda, Sudahlah... Jangan Bikin Keresahan!

Haji Lulung ke Abu Janda, Sudahlah... Jangan Bikin Keresahan!
Selasa, 14 Januari 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di DKI Jakarta pada awal pergantian tahun 2020 bukan semata-mata karena Gubernur DKI Jakarta.

Pasalnya, banjir terjadi karena curah hujan yang sangat ekstrem. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatatkan curah hujan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 154 tahun lalu.

Begitu kata mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung saat ditemui di Gedung Balaikota, Selasa (14/1).

"Jadi ini (banjir) bukan semata-mata kesalahan Anies," ujar Haji Lulung yang kini menjadi anggota DPR RI saat mengawal aksi unjuk rasa kawal Anies.

Haji Lulung melihat unjuk rasa yang dilakukan kubu kontra Anies sangat kental dengan nuansa politis. Apalagi tudingan massa yang dipimpin politisi PDIP Dewi Tanjung dan pegiat media sosial Abu Janda itu tidak adil.

"Kalau memang fair audiensi saja, kasih buku pintarnya ke Anies. Apalagi ini tidak pernah hasil-hasil tesis dia sampaikan aja ke kita," katanya.

Selain itu, Lulung juga menegaskan dirinya konsisten mendukung Anies sampai massa baktinya selesai.

Dirinya juga berpesan kepada semua pihak untuk tidak perlu membandingkan Anies dengan gubernur lain. Sebab sesuai keterangan BPK, Anies telah terbukti dengan meraih predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian.

"Sudahlah yang namanya Abu Janda, ayo bersama bangun Jakarta. Jangan buat keresahan. Ini bentuk yang timbul dari upaya dia yang tidak konseptual, tidak punya konten terhadap pembangunan Jakarta," sindir Lulung.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww