Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
10 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir Besar Samarinda

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir Besar Samarinda
Rabu, 15 Januari 2020 14:10 WIB
JAKARTA - Banjir hingga 1 meter masih merendam sebagian besar kawasan Samarinda, di 3 kecamatan, di hari ketiga ini. Bahkan, kian meluas. Warga terus mengungsi sejak Rabu (15/1).

Kawasan Bengkuring di Sempaja Timur kecamatan Samarinda Utara, kelurahan Gunung Lingai dan kelurahan Temindung Permai, di kecamatan Sungai Pinang, jadi kawasan terparah banjir.

Satu per satu, warga baik itu lansia hingga balita terpaksa harus mengungsi menggunakan perahu karet. Sebab, ketinggian air terus merangkak naik usai hujan deras Selasa (14/1) siang kemarin, sampai pagi ini.

Banyak alasan warga mengungsi. Selain air banjir semakin tinggi, mereka juga diliputi kekhawatiran kehabisan logistik. Di samping itu, permukiman yang terendam sudah gelap gulita lantaran PLN harus memadamkan listrik.

"Benar. Kami juga sudah anjurkan warga mengungsi, kalau kondisi seperti itu. Sementara ini, sudah didirikan dapur umum di 2 lokasi. Di kantor Kelurahan Temindung Permai, dan di Bengkuring, dan juga petugas medis sudah membantu tangani warga," kata petugas Pusdalops BPBD Kaltim, Muriono kepada merdeka.com, Rabu (15/1).

Hari ini, melalui BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir yang terjadi di Samarinda.

"Karena selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, juga terendam. Kami terus koordinasikan dengan BPBD Kota Samarinda, untuk menginventarisir semua fasilitas umum yang terendam banjir," kata Muriono.

Sementara, dari data dihimpun relawan gabungan se-Samarinda, sementara hingga pukul 08.15 WITA pagi tadi, korban banjir bertambah menjadi 7.483 jiwa, dari 2.731 kepala keluarga. Angka itu bertambah dari 5 ribuan jiwa, Selasa (14/1) kemarin.

Korban banjir tersebar di kecamatan Sungai Pinang, kecamatan Samarinda Utara, kecamatan Palaran, hingga kecamatan Samarinda Ulu. "Benar. Sekarang ini, tim relawan, juga BPBD menyebar ke semua lokasi banjir, utamanya menyiapkan perahu karet. Memang benar, selain banjir, juga ada kejadian longsor di beberapa lokasi di Samarinda," kata salah satu koordinator relawan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto.

Untuk diketahui, banjir kali ini, disebabkan hujan deras merata yang nyaris terjadi sepanjang hari, di hari Sabtu (11/1) lalu. Imbasnya, debit Bendungan Benanga berada di level waspada, dan mengakibatkan DAS Karang Mumus meluap.

Dilansir merdeka.com, banjir di 3 kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu, merendam ribuan rumah warga di bulan Juni 2019 lalu. Tercatat, korban terdampak banjir 56 ribu jiwa, dan memaksa Pemkot menetapkan masa tanggap darurat 2 pekan. Banjir hingga 1,5 meter saat itu, melumpuhkan sebagian besar aktivitas ekonomi Samarinda.

Banjir kembali terulang di bulan Desember 2019. Tidak kurang 500 rumah terendam hingga 1 meter. Kedua banjir di tahun 2019 itu, disebabkan luapan DAS Karang Mumus, menyusul peningkatan debit Bendungan Benanga yang berada di atas normal.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:merdeka.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww