Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
6 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
24 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
3
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
7 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
4
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
5 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Teror Lebah Bikin Resahkan Warga 3 Nagari di Lubuk Alung, Sudah 10 Orang Kena Sengat

Teror Lebah Bikin Resahkan Warga 3 Nagari di Lubuk Alung, Sudah 10 Orang Kena Sengat
Anggota Bhabinsa bersama warga memegang sarang lebah madu, Rabu (15/1/2020). (foto: Peri/Covesia.com)
Rabu, 15 Januari 2020 21:27 WIB
PADANG- Berkeliarannya lebah madu atau dengan nama ilmiah "Apis mellifera" membuat resah masyarakat di tiga nagari di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
 

"Sebab hingga sekarang sudah ada 10 orang warga di daerah itu yang tersengat lebah tersebut," kata Sekretaris Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Raman Hidayat, Rabu (15/1/2020) seperti dikutip dari Covesia.com.

Dikatakan Raman Hidayat, tiga nagari yang terdampak teror lebah tersebut adalah Nagari Lubuk Alung, Nagari Sikabu dan Nagari Balah Hilia.

"Informasi yang kami dapat, sudah sekitar satu minggu ini lebah tersebut meresahkan masyarakat di sana," ujarnya.

Raman Hidayat menyebutkan, menanggapi kejadian itu ketiga wali nagari di sana sudah berkoordinasi untuk melakukan upaya agar lebah tersebut tidak mengganggu lagi.

"Kami sebagai pemerintah nagari sudah berupaya dengan memindahkan ratu dari lebah tersebut ke tempat lain agar lebah tidak mengganggu warga lagi. Karena kalau dimusnahkan populasi madu yang dihasilkan lebah itu bisa berkurang," ungkapnya.

Dikatakan Raman Hidayat, meski belum berhasil juga, namun setiap malam pihaknya akan terus berupaya untuk memindahkan ratu lebah itu lagi.

"Kami berusaha terus untuk memindahkannya, semoga saja bisa berhasil, lebah itu pindah dan tidak mengganggu masyarakat lagi. Kemudian madunya bisa dijadikan masyarakat sebagai sumber ekonomi," katanya.

Sebab, kalau dilihat sarang lebahnya diperkirakan madu yang dihasilkan sekitar 10 botol sirup, untuk uangnya bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

Disebutkan Raman Hidayat, sebenarnya masyarakat sudah terlambat mengetahui, sebab kalau cepat tahu bisa diantisipasi, bahkan tidak akan mengganggu masyarakat.

"Masyarakat terlambat mengetahuinya, keduluan oleh elang yang mengganggu lebah itu, makanya sekarang lebah itu meresahkan. Sebab prinsipnya lebah, kalau sudah diganggu, semuanya akan menjadi sasarannya," ungkapnya.

Raman Hidayat menyampaikan, kejadian seperti ini baru pertama terjadi di daerah itu. (per/don/cvs)

 

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww