Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
15 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
2
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
15 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
3
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
15 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
4
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
14 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
5
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
MPR RI
13 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
6
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Peristiwa
14 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Penentuan Lokasi Kongres PAN, Muslim Ayub: Itu Keputusan Sepihak Zulkifli Hasan

Penentuan Lokasi Kongres PAN, Muslim Ayub: Itu Keputusan Sepihak Zulkifli Hasan
Kamis, 16 Januari 2020 20:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jelang penyelenggaran Kongres V PAN pada Februari 2020 kondisi internal partai tersebut semakin memanas, setelah sebelumnya ribut soal palu sidang dibawa lari Zulkifli Hasan, saat ini muncul polemik terkait lokasi penyelenggaran Kongres.

Zulkifli Hasan telah memutuskan Kongres V PAN dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 12 Februari 2020.

Politisi PAN Muslim Ayub bereaksi keras, dia menyebut penentuan lokasi dan tanggal Kongres merupakan keputusan sepihak Zulkifli, tidak berdasarkan mekanisme internal partai. "Penentuan lokasi Kongres PAN, kan enak dan semaunya Zulkifli saja," kata Muslim di Jakarta, Kamis, (16/1/2020).

Mantan anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, sejak PAN berdiri hingga saat ini keputusan terkait Kongres dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) harus dibahas dalam Rapat Pengurus Harian DPP PAN.

Menurut dia mekanisme internal tersebut tidak dijalankan Zulkifli sebagai Ketua Umum, dan hanya diputuskan sepihak oleh Zulkifli sehingga berpotensi menimbulkan kegaduhan di PAN.

Zulkifli menurut dia sudah tidak mau mendengar suara-suara dan aspirasi dari para kader PAN. "Semua ada mekanismenya, masa menentukan SC main tunjuk orang, ini kan sekenanya Zulkifli saja tanpa melalui mekanisme internal partai," katanya.

Muslim menilai lokasi Kongres di Kendari, Sultra tidak memenuhi kriteria menjadi tempat penyelenggaraan even besar partai seperti Kongres karena disana tidak representatif mislanya terbatasnya jumlah hotel untuk menginap para peserta.

Dia tidak mempermasalahkan pelaksanaan Kongres ditempat netral artinya bukan di daerah asal para kandidat seperti Lampung (Zulkifli), Sumatera Utara atau Riau (Mulfachri) namun jangan penyelenggaraannya di Kendari.

"Ini karena di Kendari ada orangnya Zulkifli, jadi mereka memaksakan tempat Kongres di Kendari. Kan ada tempat yang layak seperti Jawa Barat dan Sulawesi Selatan," katanya.

Dia mengingatkan bahwa Zulkifli bukan pendiri PAN dan jangan seenaknya mengambil keputusan secara sepihak tanpa melalui mekanisme internal yaitu dengan musyawarah mufakat.

Muslim menilai Zulkifli jangan menjadikan PAN seperti milik nenek moyangnya dengan mengambil keputusan secara sepihak tanpa mendengarkan aspirasi kader partai.

"Tidak ada alasan Kongres PAN diadakan di Kendari, nanti pata kader PAN terlantar disana. Jangan jadikan partai ini kayak punya nenek moyang Zulkifli, padahal partai yang keluarga saja itu seperti Soeharto, pengambilan keputusan dilakukan musyawarah," katanya.***


wwwwww