Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
13 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
11 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
14 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
13 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru

Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
Selasa, 21 Januari 2020 11:19 WIB
Penulis: Hermanto Ansam

PEKANBARU - Provinsi Riau tahun ini bakal dilanda musim kemarau selama 7 bulan, dimana peristiwa ini terbagi dalam dua periode, yakni pada awal dan akhir tahun.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edward Sanger mengatakan, dari hasil analisis BMKG Stasiun Pekanbaru, musim kemarau di wilayah Riau pada periode pertama diprakirakan akan berlangsung mulai Februari hingga Maret. Sementara periode kedua diprakirakan akan terjadi pada Juni hingga Oktober 2020.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi mengimbau kepada seluruh masyarakat, dan khususnya bagi yang hendak membuka ataupun membersihkan lahan untuk sama-sama menghindari terjadinya Karhutla karena akan membawa dampak yang sangat buruk.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat agar bisa berhati-hati, khususnya yang mau membuka atau membersihkan lahan dan berladang, jangan sampai menimbulkan kebakaran. Karena ketika terbakar dan besar, sulit sekali dipadamkan," ujarnya saat berbincang bersama wartawan, Selasa (21/1/2020).

Politisi Demokrat ini jaga meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan Pekanbaru untuk siaga akan kebakaran hutan dan lahan.

"Tahun ini kemarau di Provinsi kita terbilang cukup lama dari yang biasanya, dan memang ini cukup

mengkhawatirkan. Karenanya kita minta BPBD siaga dengan segala peralatan yang ada," harapnya.

Disamping itu Azwendi meminta seluruh Ketua RT dan RW untuk ikut aktif bersama-sama memberikan respon cepat dalam menangani Karhutla.

"Disini perlu peran ketua RT dan RW karena mereka dibarisan terdepan dilingkungan, dan bisa menggerakan warganya dalam mengantisipasi dini ancaman karhutla tersebut,” pungkasnya. ***


wwwwww