Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
14 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
9 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
7 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
11 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
12 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Pasca Banjir Bandang di Lebak, Puluhan Lubang Tambang Emas Disegel Polisi

Pasca Banjir Bandang di Lebak, Puluhan Lubang Tambang Emas Disegel Polisi
Dok. Humas Polda Banten
Kamis, 23 Januari 2020 23:15 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
BANTEN - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Provinsi Banten, kembali menutup lubang penambangan emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang diduga masih digunakan untuk penambangan oleh gurandil, Kamis, (23/01/2020). 10 lubang tambang, ditutup dalam giat kali ini.

Tambang memang disinyalir turut menjadi sebab terjadi longsor di berbagai titik dalam bencana Banjir Bandang yang berujung status Tanggap Darurat Bencana di Lebak, Banten.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima GoNews.co, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Edy Sumardi menyatakan, sejak awal bencana banjir bandang pada awal. Januari 2020, pihaknya telah melakukan tindakan berkelanjutan dan terukur, melakukan patroli skala besar, melakukan lenyelidikan ke lokasi tambang, melakukan penutupan lokasi tambang dan memberikan police line (garis polisi/segel).

Tindakan tegas oleh Polda Banten ini, kata dia, "untuk mencegah berulangnya aksi penambangan emas yang di lakukan warga, karena diduga dapat mengancam keselamatan pekerja, warga masyarakat lain serta mengantisipasi adanya longsor susulan yang diduga penambangan ini juga menjadi salah satu faktor bencana banjir bandang,".

Polda Banten belum melakukan penahanan terhadap terduga pelanggar dalam penambangan ilegal ini. Tapi Edy memastikan, proses hukum akan tegakkan, "dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,".***

wwwwww