Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
24 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
2
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
7 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
3
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
13 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
4
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
12 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
5
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
12 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
6
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
Peristiwa
24 jam yang lalu
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
Home  /  Berita  /  Riau

Di Tengah Teror Virus Corona, Hari Ini Rombongan Turis China Masuk ke Sumbar

Di Tengah Teror Virus Corona, Hari Ini Rombongan Turis China Masuk ke Sumbar
Bandara Internasional Minangkabau. (jpnn)
Minggu, 26 Januari 2020 07:39 WIB
PADANG - Hari ini, Ahad (26/1/2020), rombongan turis dari negeri China dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Pariaman, Sumatera Barat.

Dikutip dari republika.co.id, Koordinator Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang Elfi Yulfienti mengatakan, para wisatawan dari Kota Kunming, China, itu datang menggunakan pesawat carteran.

Menurut Yenti, pihaknya sudah menyiapkan dua unit thermo scanner untuk melacak anggota rombongan yang terindikasi membawa virus corona.

''Tanggal 26 nanti ada satu penerbangan penuh carteran, Kunming China. Di situ nanti kami akan jalankan sesuai SOP untuk mencegah masuknya virus corona,'' kata Yenti kepada republika.co.id di kantornya, Jumat (24/1).  

Yenti menyebut pihaknya sudah mendapat instruksi sejak 31 Desember 2019 lalu dari Kementerian Kesehatan RI untuk menjalankan sesuai SOP guna mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Di antaranya dengan memasang thermo scanner guna memantau suhu tubuh setiap individu yang masuk lewat pintu kedatangan internasional di BIM.  

Hingga Jumat menurut Yenti pihaknya belum mendapatkan adanya pasien yang terindikasi membawa virus corona dari luar negeri. Tapi sejak kasus virus corona ini mulai menyebar di China menurut Yenti di BIM belum ada kedatangan penerbangan langsung dari China. Sehingga KKP Sumbar hanya melakukan pemantauan sesuai standar.  

Namun untuk satu rombongan dari Kunming  nanti pihaknya kata Yenti akan ekstra ketat karena rombongan tersebut berasal dari negara terjangkit virus corona.   

Yenti menyebut akan ada dua rombongan pesawat carteran dari Cina yang akan masuk ke Sumbar. Rombongan pertama akan datang pada 26 Januari dan kembali lagi ke negaranya pada 31 Januari. Saat rombongan pertama pulang ke Kunming di hari yang sama akan ada lagi satu rombongan dari negara yang sama masuk ke Sumbar. Yenti mendapat informasi dua gelombang rombongan ini datang ke Sumbar untuk tujuan wisata.  

Saat memeriksa rombongan asal Cina ini nanti petugas KKP menurut Yenti akan menggunakan masker dan sarung tangan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kontak langsung dengan pengidap virus corona. 

''Kami nanti menggunakan masker N95 dan sarung tangan. Petugas kan nanti ada kontak langsung,'' ucap Yenti

Korban Jiwa Bertambah

Sementara jumlah korban tewas akibat terinfeksi novel 201 coronavirus (2019 n-Cov) atau virus corona terus bertambah. Hingga Sabtu (24/1/2020), sudah merenggut 42 korban jiwa.

Dikutip dari republika.co.id, lebih dari 1.400 orang sudah terinfeksi di seluruh dunia, dan hampir 1.372 orang di antaranya penduduk China.

Karena itu, Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa Cina sedang menghadapi situasi genting. Pada Sabtu (25/1) waktu setempat, Xi mengadakan pertemuan politbiro untuk membahas langkah-langkah percepatan dalam memerangi wabah.

Kian meluas dan masifnya penyebaran virus membuat para pejabat di Provinsi Hubei, meminta masker dan pakaian pelindung.

''Kami terus mendorong pengendalian dan pencegahan penyakit. Tapi saat ini kami sedang menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang sangat parah,'' ujar Wakil Direktur Jenderal Departemen Urusan Sipil, Hu Yinghai dilansir Reuters, Ahad (26/1).***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum, Riau

wwwwww