Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
16 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
18 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
21 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
5
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
20 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demokrat Singgung Momentum KPK di Kasus Harun Masiku, Firli Imbau Harun Kooperatif

Demokrat Singgung Momentum KPK di Kasus Harun Masiku, Firli Imbau Harun Kooperatif
Harun Masiku. (Foto: Facebook)
Selasa, 28 Januari 2020 07:33 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Delapan belas hari sudah Harus Masiku ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang menyeret nama Komisioner KPK, Wahyu Setiawan. Tapi lembaga anti rasuah belum juga berhasil menangkap Harun Masiku.

Teka-teki keberadaan Harun Masiku masih belum terpecahkan; mulai dari simpang siur dan disinformasi perjalanannya ke Singapura, hingga lokasi-lokasi yang diduga jadi tempat persembunyiannya seperti tempat istri dan mertua Harun, sudah diperiksa tapi Harun tak kunjung ditemukan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) KPK dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020), Anggota Komisi Hukum DPR RI dari fraksi Demokrat Benny K. Harman meminta, "Pak, tolong Masiku ini jangan terus disembunyikan. Tangkap dia sudah!".

Kasus Harun Masiku, menurut Benny, adalah momentum bagi KPK untuk menunjukkan punya otonomi atau tidak, "di bawah tekanan penguasa atau tidak,".

Terseretnya diksi "penguasa" dalam pernyataan Benny lantas bersahut dengan politisi PDIP Trimedya Pandjaitan di hari yang sama. Trimedya berharap ada kearifan untuk tak sembarang menyebut partai politik tertentu.

Tapi Benny menegaskan, "Saya bilang partai yang berkuasa, yang berkuasa kan tidak hanya PDIP, Anda punya kesimpulan itu. Yang menyebut PDIP eksplisit adalah ketua (pimpinan sidang, Desmond J. Mahesa, Red) bukan saya,".

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memastikan keseriusan jajarannya dalam memburu Harun Masiku.

"Kalau ada yang menyembunyikan (Harun Masiku, Red) kami tangkap juga yang menyembunyikan,".

Di hadapan kamera wartawan Firli menegaskan imbauan agar Harun Masiku koperatif, baik dengan KPK maupun Kepolisian.

Seperti diketahui KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, dan 3 orang lainnya sebagai tersangka suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih periode 2019-2024, pada Kamis (9/1/2020).

Komisioner KPU, Wahyu, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, diduga sebagai penerima suap. Sementara diduga sebagai pemberi, Caleg dari PDIP Harun Masiku dan pihak swasta Saeful.***

Sumber:Tempo.co
Kategori:GoNews Group, Hukum, Politik, DKI Jakarta

wwwwww