Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
13 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
8 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
6 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
11 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
11 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Antisipasi Virus Corona, PLBN Terpadu Skouw Tutup Sementara Aktifitas Lintas Batas

Antisipasi Virus Corona, PLBN Terpadu Skouw Tutup Sementara Aktifitas Lintas Batas
Pos Perbatasan Papua. (Istimewa)
Jum'at, 31 Januari 2020 18:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Untuk mencegah masuknya virus corona atau 2019-nCoV, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang terletak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menutup aktifitas lintas batas negara baik dari Indonesia ke Papua New Guinea (PNG) maupun sebaliknya.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Robert Simbolon, menyampaikan pembatasan aktifitas lintas batas ini dilaksanakan atas permintaan dari Pemerintah PNG.

Robert menjelaskan sebelumnya telah dilaksanakan pembatasan aktifitas lintas negara yang hanya memperbolehkan perlintasan yang bersifat darurat pada Kamis 30 Januari 2020.

“Penutupan total aktifitas lintas batas negara pada tanggal 31 Januari 2020,” ujarnya di Kantor BNPP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Meski hingga saat ini masih belum ditemukan pelintas batas yang dinyatakan suspect virus corona, enam PLBN Terpadu lainnya (PLBN Aruk, PLBN Entikong, PLBN Badau, PLBN Motaain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini) yang tidak menutup aktifitas lintas batas masih tetap melaksanakan langkah antisipasi.

Beberapa langkah antisipasi masih dilaksanakan di enam PLBN Terpadu tersebut adalah meningkatkan pengawasan aktifitas lintas batas manusia dan barang melalui pemindaian suhu tubuh pelintas batas dengan thermoscanner, thermometer infrared, metode surveilance syndrome, dan pelacakan riwayat perjalanan pelintas batas oleh pihak Imigrasi.

Selain itu petugas yang bekerja di PLBN dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker mulut dan sarung tangan untuk mencegah penularan melalui kontak dengan pelintas batas.

Edukasi kepada pelintas batas dan masyarakat sekitar melalui poster, iklan pada layar monitor di pintu kedatangan dan keberangkatan PLBN, serta pembagian selebaran juga sudah dilakukan. Bahkan tujuh PLBN yang tersebar di perbatasan negara juga sudah menyiapkan mobil ambulance dan ruang isolasi karantina kesehatan sebagai aksi cepat saat diduga terdapat suspect virus corona.

PLBN merupakan gerbang masuk Indonesia melalui jalur darat. Tiga PLBN tersebar di daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu PLBN Motaain, PLBN Motamasin dan PLBN Wini berbatasan dengan negara Timor Leste. Serta PLBN Skouw berada di bumi cendrawasih Papua berbatasan dengan negara Papua New Guinea.

Sementara tiga PLBN yang tersebar di daratan Kalimantan yaitu PLBN Aruk, PLBN Entikong dan PLBN Badau berbatasan langsung dengan negara Malaysia.***

wwwwww