Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Visi Semua Muslim Menjadi Muzakki, BAZNAS Klaim Ungguli Daya APBN dalam Entaskan Kemiskinan

Visi Semua Muslim Menjadi Muzakki, BAZNAS Klaim Ungguli Daya APBN dalam Entaskan Kemiskinan
Selasa, 04 Februari 2020 01:15 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo mengklaim, kemampuan badan yang dipimpinnya itu dalam mengentaskan kemiskinan lebih unggul ketimbang pihak lain yang menggunakan APBN dalam agenda ini.

"Kami punya studi bahwa pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh BAZNAS itu jauh lebih efektif dari pada-mohon maaf- yang menggunakan APBN," kata Bambang menjawab pertanyaan wartawan, di Gedung BAZNAS, Jakarta Timur, Senin (3/2/2020).

"Lebih cepat menggunakan dana zakat dari pada menggunakan APBN. Dan ini ada bukti empiriknya, setiap tahun kita update," imbuh Bambang.

Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, Bambang menjelaskan, BAZNAS memiliki beberapa ukuran. Pertama, mengentaskan kemiskinan dengan ukuran garis kemiskinan milik Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ini rendah sekali. Ini rendah sekali. Ini paling mudah untuk dilampaui. Tapi kemudian apakah setelah itu masyarakat sudah hidup cukup? Belum. Mereka masih miskin," kata Bambang.

Ukuran kedua, kata Bambang, adalah garis kebutuhan minimal, "itu lebih tinggi, lebih sulit mencapainya,".

Dan yang lebih menantang, Bambang melanjutkan, adalah garis muzakki. "Dari perspektif BAZNAS itu ada kelas, mustahik (penerima zakat) dan muzakki (pembayar Zakat),".

"Perjuangan zakat adalah menyejahterakan masyarakat sehingga setiap muslim menjadi muzakki," kata Bambang menyinggung era kejayaan Sultan Umar bin Abdul Aziz dimana muzakki sulit untuk menemukan mustahik.

"Seperti itulah masyarakat yang ingin kita ciptakan, pelan-pelan. Untuk itu maka perlu cara-cara terukur, moderen, transparan, bagaimana mengelola zakat yang baik dari sisi penghitungannya maupun pendistribusiannya. Dan salah satu cara untuk mengukur itu adalah dengan sertifikasi," pungkas Bambang.

Sebagai informasi, BAZNAS baru saja menerima kembali Sertifikat ISO 9001:2015. Ini adalah sertifikat ISO kesekian kali yang diterima BAZNAS.

Komisaris Worldwide Quality AssuranceWQA Regional Asia Pasifik, Novian Putra mengatakan, "InsyaAllah tahun ini juga akan ada ISO lainnya yang akan dicapai oleh BAZNAS, yaitu ISO 37001 tentang Anti Suap dan ISO 27001 tentang IT Security," kata Novian.***

wwwwww