Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
15 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
2
Kasus Corona Tembus 1 Juta, Ketua DPD Sebut PPKM Tak Efektif
Kesehatan
24 jam yang lalu
Kasus Corona Tembus 1 Juta, Ketua DPD Sebut PPKM Tak Efektif
3
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
MPR RI
19 jam yang lalu
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
4
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
Hukum
23 jam yang lalu
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
5
Dukcapil Terbitkan Akta Kematian 53 Korban Insiden SJY182
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Dukcapil Terbitkan Akta Kematian 53 Korban Insiden SJY182
6
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Kesehatan
22 jam yang lalu
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Kasus Prostitusi di Padang: Ada Kuitansi Hotel Atas Nama Andre Rosiade

Kasus Prostitusi di Padang: Ada Kuitansi Hotel Atas Nama Andre Rosiade
Kamis, 06 Februari 2020 16:41 WIB
JAKARTA - Kasus prostitusi online yang menghebohkan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat, yang berawal dari laporan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade, menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Dalam penggerebekan, Andre Rosiade yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra itu ikut terlibat bersama pihak kepolisian.

Penggerebekan itu diduga di kamar nomor 606 Kyriad Hotel Bumi Minang. Hal itu diketahui setelah beredarnya selembar kuitansi atas nama Andre Rosiade/Bimo. Dalam kuitansi tersebut, tanggal kedatangan (check in) 26 Januari 2020, pukul 14.00 WIB dan tanggal kepulangan (check out), 27 Januari 2020, pukul 12.00 WIB.

Tidak hanya itu, keterangan di kuitansi atas nama Andre Rosiade/Bimo tersebut, memesan dua kamar, yaitu 606 dan 608.

Memastikan hal tersebut, Langkan.id sudah mencoba untuk konfirmasi ke pihak hotel. Namun, General Manager Kyriad Hotel, Fadjri enggan berkomentar banyak terkait kuitansi itu.

Menurutnya, pimpinan pusat melarang untuk memberikan komentar tentang adanya pengungkapan kasus prostitusi online di hotel itu. "Kami hanya fokus untuk mengembangkan bisnis secara syariah. Kami tidak ingin ikut berkomentar dalam kasus ini. Tahu sendiri Bapak, politik," ujar Fadjri, Rabu (05/02).

Menurut Fadjri, terkait kuitansi itu, sesuaikan saja dengan yang beredar. Namun, soal statement dari pihak hotel, Fadjri tidak ingin berkomentar “Jadi kalau kuitansi beredar, ya sesuai itu aja. Tapi dari saya, belum bisa memberikan statement,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengakui terungkapnya kasus prostitusi ini berkat informasi Andre Rosiade. Informasi yang dimaksud adalah adanya praktik prostitusi di hotel tersebut.

“Pak Andre membantu memberikan informasi kepada kami. Kami berterima kasih kepada Pak Andre, karena membantu tugas kepolisian,” ujarnya.

Pihak kepolisian membantah Andre Rosiade yang menunjukkan kamar lokasi prostitusi. Diketahui, adanya praktik prostitusi di kamar 606 merupakan hasil penyelidikan kepolisian di lapangan.

“Kita tahu kan karena dihubungi bersangkutan (Andre Rosiade). Kalau soal kamar itu, hasil penyelidikan kami. (Tapi adanya kuitansi atas nama Andre) saya tidak tahu,” katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Sumatera Barat
wwwwww