Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
7 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
17 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
15 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
15 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kasus Suap Alih Fungsi Lahan Riau

Dua Kali Mangkir, 'Jumat Keramat' KPK Panggil Zulkifli Hasan Lagi

Dua Kali Mangkir, Jumat Keramat KPK Panggil Zulkifli Hasan Lagi
Selasa, 11 Februari 2020 12:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ketua Umum PAN periode 2015-2020 Zulkifli Hasan hadir dalam panggilan ke tiga pada Jumat (14/2) keramat. Panggilan itu terkait kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014 untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka PT. Palma Satu, anak usaha dari grup PT. Duta Palma Group.

Istilah 'Jumat Keramat' tenar karena KPK kerap menahan tersangka, mengumumkan tersangka kelas kakap, atau menggelar penindakan pada hari Jumat. Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuzy dipanggil KPK pada Jumat keramat dan mereka tak kembali ke rumah. Ditahan.

Juru Bicara KPK Ali Fikri memastikan bahwa KPK akan kembali memanggil Zulkifli Hasan. Dia berharap Zulkifli tak ingkar janji dan memenuhi panggilan KPK.

"Kami meyakini yang bersangkutan hadir. Kita tunggu kehariannya untuk berikan keterangannya terkait dgn dugaan korupsi dialih fungsi hutan 2014 di Kementerian Kehutanan," katanya.

Meski begitu, Ali menerangkan, KPK bisa memahami atas ketidakhadiran Zulkifli Hasan. Menurutnya, saat panggilan ke dua Zulhas sudah mengirimkan surat kepada KPK tidak bisa menghadiri karena alasan tertentu.

Diketahui, KPK telah memanggil Zulkifli Hasan dua kali. Namun, Mantan Ketua MPR itu tak pernah mendatangi KPK.

Ali enggan berandai Zulhas kembali tidak memenuhi panggilan penyidik. Namun, Ali mengingatkan terdapat aturan yang membuka ruang bagi KPK menjemput paksa terhadap saksi yang tiga kali mangkir dari panggilan penyidik tanpa alasan yang patut. 

"Jadi begini ya, panggilan pertama kan mengatakan tidak sampai. kemudian panggilan kedua sampai, tetapi ada konfirmasi. Jadi itu sudah anggap memenuhi panggilan. Panggilannya kapan? Tanggal 14 Februari. Kami yakini beliau akan datang. Jika tidak datang, tentunya nanti akan ada panggilan kedua nanti. Setelah itu, baru nanti kita lakukan upaya-upaya lain sesuai KUHAP," tegasnya.

Sementara Itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi demontrasi di depan Hotel Claro, tempat Kongres PAN ke-V diselenggarakan. Mereka menuntut agar Zulkifli Hasan angkat kaki dari Kendari, Sulawesi Tenggara.

Koordinator aksi HMI Andiadi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Zulkifli Hasan untuk ketiga kalinya. Zulkifli Hasan telah mangkir dua kali dari panggilan KPK terkait kasus Lahan di Riau.

Dia meminta Zulkifli Hasan bersikap gentle dengan mendatangi panggilan KPK. “Kami menuntut Zulkifki Hasan Harus segera diperiksa KPK terkait kasus Lahan di Riau,” katanya di depan Hotel Claro di Kendari, Sultra, Senin (10/2).

Andiadi yang juga mahasiswa dari Sulawesi Tenggara itu meminta agar Zulkifli Hasan tak menginjak kota Kendari. Dengan menghidar dari panggilan KPK, dia terkesan terlibat dalam kasus itu.

"Kami tidak berniat menggangu kongres. Kami pemuda dan Mahasiswa Bumi Konawe minta Zulkifli Hasan keluar dari Kendari. Dia tak layak datang ke Kota Kami, Dia koruptor. Jangan kotori kota kami.”

Aksi demo ini mengagetkan sejumlah kalangan. Sebab, saat ini DPP PAN tengah menggelar Kongres ke-V di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ada empat kandidat, Asman Abnur, Mulfachri Harahap, Djrajat Wibowo, dan Zulkifli Hasan.***

***


wwwwww