Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Polemik Anggaran Rp 1 Miliar di Balik Viralnya Patung Gajah Mungkur Lucu di Gresik

Polemik Anggaran Rp 1 Miliar di Balik Viralnya Patung Gajah Mungkur Lucu di Gresik
Kamis, 13 Februari 2020 16:48 WIB
GRESIK - Tetenger atau landmark Gresik ketiga membikin heboh. Sesuatu yang tidak menyertai pembangunan landmark pertama dan kedua yakni Keris Sumilang Gandring dan Tugu Lontar.

Landmark Gresik paling baru ini adalah patung Gajah Mungkur. Sementara kehebohan yang menyertainya adalah viral bentuk gajah dan dana Rp 1 miliar yang menjadi tanda tanya di balik pembangunan proyek tersebut.

Landmark ini dibangun di sudut perlimaan Sukorame, Gresik. Ada dua sudut tempat landmark ini dibangun. Landmark pertama ada di sudut belokan Jalan Ahmad Yani menuju ke Jalan Usman Sadar. Dan landmark kedua ada di sudut atau pulau jalan antara Jalan dr Soetomo dan Jalan Proklamasi.

Posisi kedua gajah lucu itu pun juga berbeda. Gajah di landmark pertama posisinya membelakangi (memungkuri) jalan. Sementara gajah di landmark kedua menghadap ke arah jalan. Landmark gajah pertama ber-background rumah heritage Gajah Mungkur. Sementara landmark gajah kedua berbackground taman.

Viralnya patung gajah ini karena bentuknya yang abstrak, aneh, unik, namun lucu. Banyak yang mempertanyakan, menghujat, namun ada pula yang memuji bentuknya.

Patung tersebut memperlihatkan sebuah bentuk gajah dengan empat kaki yang disatukan atau bersambung menjadi dua. Patung itu masih memperlihatkan bentuk gajah karena masih ada penampakan belalainya. Namun gajah berwarna abu-abu itu polos. Tak ada mata, telinga, ekor, dan gading.

Sejatinya patung Gajah Mungkur mengambil replika dari patung dengan nama sama di rumah Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-arem. Di halaman rumah megah bergaya kolonial itu berdiri sebuah patung gajah yang menghadap rumah dan membelakangi (memungkuri) jalan.

"(Patung Gajah Mungkur) ada sejak rumah ini dibangun tahun 1896," ujar salah satu ahli waris rumah Gajah Mungkur, Akhmad Khoiri, seperti dilansir detikcom, Senin (10/2/2020).

Khoiri sendiri tidak suka dengan landmark baru tersebut. Alasannya karena pembangunannya tidak meminta izin ahli waris.

"Sejauh ini kami ndak pernah dilibatkan sama sekali. Lebih pantasnya, sebelum membangun paling nggak kan kulo nuwun," kata Khoiri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Jawa Timur, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww