Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
9 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
9 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
9 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
8 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
8 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
9 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut
Kamis, 13 Februari 2020 17:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengisyaratkan PAN akan bergabung ke koalisi pemerintah. Bagaimana respons Dradjad Wibowo?

"Sikap politik bang Zul terkait posisi PAN dengan pemerintah sudah diketahui semua kader PAN sejak lama. Hal ini juga sudah berkali-kali disampaikannya kepada para pemegang hak suara di Kongres," ujar Dradjad kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Dradjad diketahui merupakan calon ketua umum PAN. Saat kongres kemarin, Dradjad menjadi rival Zulkifi, Mulfachri Harahap, dan juga Asman Abnur yang belakangan mundur sebelum pemungutan suara. Namun, Dradjad kalah di proses perhitungan suara, dia hanya mendapat suara 6 suara.

Kembali ke respons Dradjad, dia mengaku menghormati pilihan Zulkifli. Dradjad menilai Zulkifli yang akan menjalankan mesin partai, dan semua kader PAN sudah seharusnya mengikuti sikap dan mandat Ketum.

"Kongres PAN di Kendari memilih bang Zul sebagai Ketum 2020-2025, bahkan dengan selisih suara yang sangat besar. Jadi bang Zul mempunyai mandat penuh dan sah dari peserta Kongres untuk memilih apapun sikap politik nasional PAN nanti," ucapnya.

Preferensi bang Zul sebagai Ketum adalah tidak beroposisi, tapi mendukung pemerintah. Sekarang bang Zul memegang mandat penuh dan sah untuk mendukung pemerintah, terlepas nanti bagaimana bentuknya. Semua kader PAN, termasuk saya, mempunyai kewajiban moral untuk menghormati dan mengikuti keputusan bang Zul sebagai Ketum. Memang begitu lah berdemokrasi yang benar, setelah keputusan dibuat dalam demokrasi, ya kita semua mengikuti keputusan tersebut," sambungnya.

Sebelumnya, Zulkifli dalam pidato penutupan Kongres PAN mengisyaratkan PAN akan berkoalisi ke pemerintah. Dia menilai jika PAN menjadi oposisi pemerintah seperti PKS, itu akan membuat PAN rugi.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung Zul.***


wwwwww