Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut
Kamis, 13 Februari 2020 17:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengisyaratkan PAN akan bergabung ke koalisi pemerintah. Bagaimana respons Dradjad Wibowo?

"Sikap politik bang Zul terkait posisi PAN dengan pemerintah sudah diketahui semua kader PAN sejak lama. Hal ini juga sudah berkali-kali disampaikannya kepada para pemegang hak suara di Kongres," ujar Dradjad kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Dradjad diketahui merupakan calon ketua umum PAN. Saat kongres kemarin, Dradjad menjadi rival Zulkifi, Mulfachri Harahap, dan juga Asman Abnur yang belakangan mundur sebelum pemungutan suara. Namun, Dradjad kalah di proses perhitungan suara, dia hanya mendapat suara 6 suara.

Kembali ke respons Dradjad, dia mengaku menghormati pilihan Zulkifli. Dradjad menilai Zulkifli yang akan menjalankan mesin partai, dan semua kader PAN sudah seharusnya mengikuti sikap dan mandat Ketum.

"Kongres PAN di Kendari memilih bang Zul sebagai Ketum 2020-2025, bahkan dengan selisih suara yang sangat besar. Jadi bang Zul mempunyai mandat penuh dan sah dari peserta Kongres untuk memilih apapun sikap politik nasional PAN nanti," ucapnya.

Preferensi bang Zul sebagai Ketum adalah tidak beroposisi, tapi mendukung pemerintah. Sekarang bang Zul memegang mandat penuh dan sah untuk mendukung pemerintah, terlepas nanti bagaimana bentuknya. Semua kader PAN, termasuk saya, mempunyai kewajiban moral untuk menghormati dan mengikuti keputusan bang Zul sebagai Ketum. Memang begitu lah berdemokrasi yang benar, setelah keputusan dibuat dalam demokrasi, ya kita semua mengikuti keputusan tersebut," sambungnya.

Sebelumnya, Zulkifli dalam pidato penutupan Kongres PAN mengisyaratkan PAN akan berkoalisi ke pemerintah. Dia menilai jika PAN menjadi oposisi pemerintah seperti PKS, itu akan membuat PAN rugi.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung Zul.***

Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww