Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
3 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
9 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
10 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Paparan Radioaktif Nuklir di Serpong, CMEES hingga Dahlan Iskan Beri Tanggapan Pedas

Paparan Radioaktif Nuklir di Serpong, CMEES hingga Dahlan Iskan Beri Tanggapan Pedas
Foto: Ist.
Senin, 17 Februari 2020 05:04 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pengamat Energi dari Center for Mineral and Energy Economics Studies (CMEES), Kurtubi menilai, terkontaminasinya Perumahan Batan Indah (sekitaran Serpong) Tangerang Selatan, Banten, oleh radioaktif nuklir merupakan peristiwa yang "sangat aneh".

"Tidak make sense," tegas Kurtubi kepada wartawan Minggu (16/2/2020).

CMEES, kata Kurtubi, menghargai kesigapan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang telah menangani paparan radiasi dengan cepat. Tapi, "Saya juga minta BAPETEN terbuka ke masyarakat mengapa sumber radiasi sampai berada di tanah kosong di perumahan Batan Indah yang jaraknya ke Reaktor Nuklir yang ada di Komplek Serpong cukup jauh,".

"Pasti ada orang yang membawa/nembuangnya ke komplek perumahan tersebut. Apa motifnya?" tandas Kurtubi.

Alumnus Colorado School of Mines, Institut Francaise du Petrole dan Universitas Indonesia itu menjelaskan, limbah dari reaktor nuklir sudah secara strik diatur penempatannya.

Sehingga, kata Kurtubi, kalaupun serpihan limbah sebagai sumber radiasi di tanah kosong tersebut berasal dari limbah reaktor nuklir, "pasti ada orang yang membawanya ke sana,".

"Atau bisa juga berasal dari limbah industri yang sengaja dibawa ke lokasi tersebut," ujar Kurtubi.

BAPETEN dan BATAN, tegas Kurtubi, harus membantu polisi untuk menginvestigasi kasus ini hingga tuntas.

"Perlu dijelaskan ke masyarakat bahwa sumber radiasi di tanah kosong Komplek Perumahan tersebut bukan berasal dari kebocoran reaktor nuklir," kata Kurtubi.

Selain Kurtubi, mantan Dirut PLN, Dahlan Iskan juga menanggapi insiden paparan radioaktif nuklir di perumahan Batan Indah. Melalui, situs disway.id, Dahlan menyebut, "Ini sebuah keanehan yang menggelikan,", ketika di perumahan yang jauh dari reaktor nuklir terdeteksi radiasi.

"Jarak Batan Indah dengan reaktor itu sekitar 3 kilometer," kata dia. Ini, sambung Dahlan, "sungguh lelucon yang menjengkelkan. Terutama bagi kita yang concern bahwa nuklir adalah masa depan kita,".

"Ambyar!" ujar Dahlan.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/2/2020) kemarin, BAPETEN menyatakan bahwa telah ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J, Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten.

Sekretaris Utama (Sestama) BAPETEN, Hendrianto Hadi Tjahyanto menyatakan, unsur yang ditemukan adalah sesium, yang biasa digunakan di berbagai bidang, mulai dari industri hingga penelitian.

Limbah atau sampah radioaktif itu, kata Hadi, "entah dari mana," dan pihaknya terus menelusuri.***


wwwwww