Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamu'alaikum dengan Salam Pancasila, Achmad MSi: Tak Usah Bikin Gaduh Lah!

Kepala BPIP Ingin Ganti Assalamualaikum dengan Salam Pancasila, Achmad MSi: Tak Usah Bikin Gaduh Lah!
Kamis, 20 Februari 2020 22:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad MSi meminta Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi tidak membuat kegaduhan dengan usulan-usulan yang mengada-ada termasuk ingin mengganti assalamualaikum dengan salam Pancasila.

"Jangan bikin gaduh teruslah, kemarin sebut agama musuh Pancasila, sekarang mau ganti pula assalamualikum dengan salam Pancasila. Saya tahunya yang sudah ada itu Salam Pramuka dan Salam Merdeka,''ujar Achmad saat ditemui GoNews.co usai menerima perwakilan guru honorer dari Riau, Kamis (20/2/2020) di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta.

Menurutnya, assalamualaikum bagi umat Islam itu adalah salam doa keselamatan untuk semuanya. ''Dari artinya saja adalah semoga keselamatan terlimpah untukmu, kalimat ini adalah do'a dan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika memberi salam artinya kita mendo'akan sesama muslim dengan kebaikan berupa keselamatan dunia akhirat, rahmat dan juga segala bentuk keberkahan dari Allah SWT,'' tukasnya.

Salam, kata Achmad, juga dapat merekatkan persaudaraan atau ukhuwah islamiyah antar sesama muslim. Ia biasa diucapkan ketika berjumpa dengan sesama muslim baik itu yang dikenal ataupun tidak kita kenal, ketika memasuki rumah, masjid atau tempat- tempat lainnya.

Secara umum, hukum mengucapkan salam adalah sunnah. Namun bagi yang mendengarnya hukum menjadi wajib untuk menjawab salam selama tidak ada udzur. Dalam sebuah hadits dianjurkan yang muda memberi salam pada yang tua, yang lewat pada orang yang duduk dan orang yang sedikit ke orang yang banyak.

"Dan assalamualikum juga kadang diucapkan saudara-saudara kita yang non muslim. Mereka tidak mempersoalkan dan enggak gaduh," tandasnya.

Sebelumnya, kata Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan, perlunya salam Pancasila di tempat umum sebagai titik temu diantara salam masing-masing agama di Indonesia.

"Kalau kita salam setidaknya harus ada lima sesuai agama-agama. Ini masalah baru kalau begitu. Kini sudah ditemukan oleh Yudi Latif atau siapa dengan salam Pancasila. Saya sependapat," katanya.

Menurut Yudian, sebelum reformasi sangat nyaman dengan salam nasional. "Sejak reformasi diganti assalamu'alaikum dimana-mana tidak peduli, ada orang kristen, hindu hajar saja dengan assalamu'alaikum," ungkapnya. ***

wwwwww