Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Sebut Wacana Persilangan Nikah 'Si Kaya' dan 'Si Miskin' di Luar Kewajaran

Bamsoet Sebut Wacana Persilangan Nikah Si Kaya dan Si Miskin di Luar Kewajaran
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: Zul/GoNews)
Sabtu, 22 Februari 2020 11:59 WIB
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut, wacana pengaturan nikah orang kaya dengan miskin merupakan hal di luar kewajaran.

"Ah itu becanda aja kali, nggak usah ditanggapin. Itu mungkin joke (bercanda) saja, saya tidak pernah menganggap serius hal yang di luar kewajaran lah," kata Bamsoet pada wartawan di Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta pada Sabtu (22/2/2020).

Sebelumnya, Kamis (20/2/2020), Menko PMK Muhadjir Effendy, menyarankan Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan fatwa soal orang kaya menikahi orang miskin, sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya keluarga miskin baru.

Ia mengungkapkan, data rumah tangga miskin di Indonesia per 2019 lebih dari 57 juta.

"Rumah tangga Indonesia per 2019 itu 57.116.000. Yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta. Jadi 5 juta rumah tangga Indonesia itu miskin. Kalau ditambah, saya tidak tahu normalnya BPS kita, itu hampir miskin. Kalau ditambah hampir miskin, 16,8 persen. Itu hampir 15 juta. Hampir miskin itu tidak miskin, tapi lebih mudah jadi miskin daripada jadi kaya. Itu namanya hampir miskin," kata Muhadjir dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di JIExpo.

Dia kemudian menjelaskan soal perintah ajaran agama Islam untuk menyelamatkan keluarga dari kekufuran. Dalam ajaran Islam, kata dia, kemiskinan itu dekat dengan kekufuran.

"Makanya saya mohon, selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari neraka. Neraka itu beragam bentuk penyakit dan kemiskinan. Dan miskin itu mengarah pada kekufuran. Kufur itu pengingkaran. Jadi, kadla al fakiru an yakum kufron. Kadla itu bukan kadal. Apalagi kadal gurun. Kadla fakhru itu hampir pasti yakuna fukron, fakir," ucap Muhadjir.

"Karena itu, Kemenko PMK menginisiasi, dengan Kemenkes, Kementerian Agama, Kemendes itu menangani masa sebelum berkeluarga atau pranikah. Kita selamatkan mulai dari mereka sebelum menikah," sambungnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, PON, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww