Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Azis Syamsudin: Kenduri Kebangsaan Jadi Perekat Warga Aceh

Azis Syamsudin: Kenduri Kebangsaan Jadi Perekat Warga Aceh
Minggu, 23 Februari 2020 14:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR bidang Korpolhukam, Azis Syamsudin menilai, Kenduri Kebangsaan di Bireun, Aceh yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Sabtu (22/2/2020), bagus dan bisa mempererat silaturahmi.

"Kenduri Kebangsaan ini bisa merajut kebersamaan sehingga bermanfaat untuk kemajuan Indonesia dikemudian hari," ujarnya di Sekolah Kusuma Bangsa, Bireun, Aceh.

Lanjut Azis, kehadiran Presiden Jokowi di acara Kenduri Kebangsaan dengan bersalaman dan menyapa masyarakat yang hadir bisa menjadi momentum untuk Aceh tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan, tentunya dengan bimbingan dan asistensi semua pihak.

Lebih jauh, Politikus Golkar ini berharap, sebagai Serambi Mekah, Aceh bisa menggaet investor. Kata dia, kehadiran Investasi yangvbanyak akan mengangkat neraca perdagangan. Oa pun berharap, kesepakatan-kesepakatan investasi dengan UEA dalam waktu dekat akan meningkatkan perekonomiaj Aceh.

"Dan diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat aceh baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan tentunya agama," terangnya.

Terkait Otsus, Azis mengungkapkan permintaan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah agar otsus tersebut tetap ada akan  menjadi dipertimbangkan oleh DPR ataupun pemerintah pusat.

"Otsus akan berakhir 2027. Permintaan itu tentu akan menjadi pertimbangan pemerintah pusat, DPR pusat untuk melakukan persetujuan apakah otsus itu diberikan," tegasnya.

Namun demikian, Azis mengungkapkan, selama ini pemerintah telah mengeluarkan dana otsus triliunan rupiah.

"kita berharap, Azas pemerataaan, pembangunan disetiap kabupaten/kota dan untuk selanjutnya ditumbuh kembangkan stabilitas, baik stabilitas politik, ekonomi, hukum sehingga pemerataan itu bisa dirasakan oleh masyarakat dan menciptakan rasa stabilitas sehingga investasi masuk." pungkasnya.***

wwwwww