Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Jawa Timur

Jazilul Memanfaatkan Kopdar untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap NU

Jazilul Memanfaatkan Kopdar untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat Terhadap NU
Senin, 09 Maret 2020 10:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
GRESIK - Mengikuti perubahan zaman, makna mandiri pun kini ikut berubah. Kemandirian, bukan hanya dimaknai mampu berdiri di atas kaki sendiri. Namun, makna kemandirian sudah bertambah luas, bukan sekedar mampu berdiri sendiri, tapi juga harus bisa mensinergikan usahanya dengan perusahaan lain.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid di hadapan anggota Lembaga Bahtsul Masail Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Gresik Jawa Timur di Masjid Soghir (langgar gede) KH.Umar Burhan Gresik, Jalan nyai ageng arem arem no 35 kota Gresik, Minggu (8/3/2020).

"Saat ini, perusahaan yang mengiklankan penginapan bukan berarti mereka memiliki hotel sendiri," uajarnya.

Demikian pula mereka yang mempromosikan tiket, bukan berarti mempunyai armada transportasi. Keberanian perusahaan mengiklankan tiket dan penginapan, karena mereka sudah bersinergi dengan pemilik hotel dan jasa angkutan.

"Makna kemandirian sudah semakin luas. Selain memiliki usaha yang kuat, mereka harus bisa bekerjasama dengan perusahaan lain, agar eksistensinya semakin baik, dan usahanya bertambah besar. Karena tidak semua urusan perusahaan harus ditangani sendiri, tapi membutuhkan kerjasama dengan Pihak lain," kata Jazilul.

Kopdar NUtizen dan NUGres, itu mengetengahkan tema Membedah Visi dan Kemandirian NU. Selain Jazilul, acara tersebut juga menghadirkan dua pembicara lain. Yaitu, Drs. H. Moeshoffa Aziz, M. Hi, Ketua lazisnu Gresik, serta Dr. Ahmad Jazuli, S. PD, M. PD, Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif NU gresik.

Untuk membangun kemandirian di tubuh NU, menurut Jazilul salah satu pekerjaan besar yang harus segera dirampungkan adalah menimbulkan kepercayaan dari masyarakat. Yaitu bagimana masyarakat yakin bahwa bahwa NU bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, tanpa menimbulkan kecuriaan. Kalau pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik, berarti sebahagiaan tugas sudah selesai.

"Di Gresik ini ada ratusan perusahaan, kalau mereka sudah percaya dengan NU, tidaklah terlalu sulit bagi kita mengajak mereka melakukan kerjasama. Apalagi, mereka juga memiliki banyak anggaran yang sesungguhnya bisa diberuntukkan bagi masyarakat, namun belum terserap dengan baik," kata Jazilul menambahkan.

Karena itu, Jazilul mengajak jajaran PC NU Gresik membangun kepercayaan dengan cara menjalankan prinsip-prinsip managemen secara baik dan benar. Ini bisa dimulai dengan penataan pengaturan dana infak, zakat dan sedekah yang selama ini sudah dipercayakan masyarakat kepada NU Gresik.***

wwwwww