Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
18 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton

MPR Ajak Muslim Indonesia Perangi Intoleransi Berbasis Agama

MPR Ajak Muslim Indonesia Perangi Intoleransi Berbasis Agama
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: MPR RI)
Selasa, 10 Maret 2020 14:36 WIB
JAKARTA - Lembaga think tank asal Amerika Serikat, PEW Research Center, dalam 'The Future of World Religions: Population Growth Projections 2010-2050', menempatkan populasi umat Islam di Indonesia sebagai yang terbesar di dunia. Indonesia memiliki populasi muslim sebanyak 229.620.000 jiwa atau 87 persen.

Dengan kekuatan sebesar itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengajak segenap umat Islam Indonesia agar terlibat aktif memberikan andil besar dalam menyelesaikan permasalahan intoleransi maupun diskriminasi, khususnya yang mengatasnamakan agama.

"Indonesia merupakan generator mercusuar peradaban Islam dunia. Sebagai lima besar Ormas Islam, MPR RI mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk terus menjadi rujukan umat dalam menjawab problematika kebangsaan. Khususnya, dalam menyemai toleransi dan menghilangkan diskriminasi," ujar Bamsoet saat menerima pengurus LDII, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Pengurus LDII yang hadir antara lain Ketua Umum Prof. Dr. Ir. KH Abdullah Syam, Sekretaris Roberto Sidauruk, Bendahara Hadi Amin, dan para Ketua antara lain Prasetyo Sunaryo, Chriswanto Santoso, Iskandar Siregar, dan Rathoyo Rasdan.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga memaparkan hasil survei Alvara Research Center dalam 'Indonesia Moeslim Report 2019', yang memperlihatkan bahwa delapan dari sepuluh umat Islam Indonesia menilai ideologi Pancasila dianggap sebagai ideologi yang paling tepat untuk Indonesia dibanding ideologi berbasis agama Islam. Temuan ini merupakan kabar baik. Menandakan moderasi dan toleransi umat Islam Indonesia sangat tinggi, tak memaksakan kehendaknya kepada umat agama lain.

"Umat Islam menyadari bahwa Indonesia dibangun di atas pondasi keberagaman suku bangsa dan agama. Bahkan karena kebesaran hati umat Islam jugalah, Piagam Jakarta yang mejadi cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar, dikoreksi dengan menghapuskan tujuh kata dari frase Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Umat Islam Indonesia telah menunjukan teladan kepada umat beragama lain di dunia, bahwa mengedepankan nilai kemanusiaan merupakan pondasi utama terwujudnya perdamaian," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, dari umat Islam Indonesia, dunia menaruh harapan besar untuk mengambil hikmah atas berbagai perbedaan. Wajah muram dunia yang akhir-akhir ini diwarnai intoleransi dan diskriminasi, seperti yang terjadi di India, Amerika Serikat, maupun berbagai negara lainnya, tak boleh dibiarkan berlarut.

"Sangat penting bagi seluruh kalangan Ormas Islam bersuara lantang menyebarkan perdamaian. Jangan sampai agama dijadikan alasan bagi manusia untuk saling bertikai satu sama lain. Apalagi hingga memakan korban jiwa," pungkas Bamsoet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww