Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Kepala Badan Otorita IKN, Teras Narang: Ngapain? Legalitasnya aja Belum!

Soal Kepala Badan Otorita IKN, Teras Narang: Ngapain? Legalitasnya aja Belum!
Ketua Komite I DPD RI, Teras Narang (kedua kiri). (Foto: Zul/GoNews.co)
Rabu, 11 Maret 2020 15:32 WIB
JAKARTA - Ketua Komite I DPD RI, Teras Narang bicara soal rencana pemerintah menunjuk Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara, menyusul rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan. Menurut Teras, langkah itu belum saatnya untuk ditempuh saat ini.

"Ngapain? Legalitasnya aja belum. Ngapain? Dia mau bikin apa? Kasih aja ke Badan Perencanaan/Bappenas!" kata Teras dalam sebuah diskusi gelaran MPR di Media Center MPR/DPD RI, Rabu (11/3/2020).

Bukan menentang mentah-mentah, tapi pembangunan Ibu Kota baru, menurut mantan Pimpinan Komisi II dan III DPR RI masa lampau ini, harus berbekal regulasi/peraturan perundangan yang tepat terlebih dahulu.

"Ini adalah suatu fakta legalitas, masalah keyuridisan yang harus diperhatikan," kata Teras.

Ia menandakan, "Nanti dulu deh! Kalau semua unsur legalnya semuanya sudah ada di hadapan kita, baru bentuk (Badan Otorita)!".

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Soeharso Monoarfa mengatakan, proyek Ibu Kota Baru akan dipimpin pejabat setingkat Menteri dan dalam sebuah badan otoritas, yang akan dipilih oleh Presiden Jokowi.

Kemudian, pada Senin (2/3/2020) pekan lalu, Presiden Jokowi menyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sebagai kandidat pemimpin badan otoritas tersebut.

"Kandidatnya ada Banyak, satu Pak Bambang Brodojonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyono, empat Pak Azwar Anas," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww