Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
12 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
2
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
20 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
19 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Jokowi Bilang, Tukang Ojek, Sopir Taksi Terdampak Corona Tak Perlu Risau Cicilan Kendaraan

Jokowi Bilang, Tukang Ojek, Sopir Taksi Terdampak Corona Tak Perlu Risau Cicilan Kendaraan
Selasa, 24 Maret 2020 14:08 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyadari bahwa pandemi virus Corona atau Covid-19 berdampak terhadap pendapatan rakyat. Jokowi sendiri mengaku kerap mendapat keluhan dari para tukang ojek hingga supir taksi yang memiliki kredit motor dan mobil.

Untuk itu, dia menjanjikan akan memberikan kelonggaran untuk tukang ojek, supir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan.

"Tukang ojek dan supir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para gubernur melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Seperti diketahui, pemerintah memang tengah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar rumah dengan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Jokowi mengatakan bahwa pemerintah kini telah menyiapkan skenario dalam menghadapi wabah corona, mulai dari situasi ringan hingga yang paling terburuk.

"Beberapa skenario juga telah kita hitung, telah kita kalkulasi mengenai prediksi Covid-19 di Indonesia pada bulan April seperti apa, Mei seperti apa. Skenario buruk, sedang, ringan seperti apa," jelasnya.

"Saya kira kita ingin kita berada di skenario yang ringan dan kalau betul-betul sulit dibendung ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk," sambung Jokowi.

Pasien Positif Corona 579 Orang

Sementara itu, jumlah pasien positif Corona di Indonesia berjumlah 579 orang per Senin 23 Maret 2020.

"Penambahan kasus kematian sebanyak 1 orang, dari yang sebelumnya sebanyak 48, saat ini menjadi 49 pasien meninggal" kata Juru bicara pemerintah untuk virus Corona Achmad Yuriantodalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

Yurianto mengatakan, data pasien meninggal tersebut tersebar dari sejumlah daerah yang sebelumnya telah dinyatakan terdapat warganya yang dinyatakan positif Covid-19.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:liputan6.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww