Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Demokrat Tolak Rapid Test untuk Anggota DPR dan Keluarga

Demokrat Tolak Rapid Test untuk Anggota DPR dan Keluarga
Selasa, 24 Maret 2020 14:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Demokrat menolak rapid test atau tes usap untuk anggota DPR dan keluarganya. Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias ibas menilai, seharusnya anggota Dewan memiliki rasa empati dan kemanusiaan terhadap masyarakat yang terinfeksi virus Corona.

Rapid test kepada anggota DPR itu dinilai tidak tepat karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan tes Covid-19, sehingga tidak layak kalau anggota DPR mendapat prioritas menjalani rapid test.

"Dahulukan rakyat, karena mereka yang benar membutuhkan," ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (24/3/2020).

Demokrat menolak rapid test karena alasan kemanusiaan, apalagi saat ini banyak tenaga medis gugur merawat para pasien virus Corona. Ibas meminta pemerintah memberikan kepastian, perlindungan hingga distribusi alat kesehatan kepada garda terdepan dalam penanganan Corona ini.

"Intinya negara harus perhatikan keadilan untuk semua warga, termasuk akses mendapatkan kepastian, perlindungan dan distribusi alat-alat kesehatan," kata Ibas.

Meski mengkritik kebijakan tersebut, Ibas mengapresiasi protokol Corona yang telah diterapkan Sekretariat DPR.

Ibas menuturkan, dalam kondisi kritis Corona, anggota DPR sebaiknya hadir memerangi virus Covid-19 bersama rakyat. Sebab, virus tersebut telah menjangkiti 579 warga dan merenggut 49 nyawa.

"Terpenting selamatkan rakyat. Itu perjuangan Demokrat," kata Ibas.***

wwwwww