Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik
Selasa, 24 Maret 2020 14:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Dalam upaya menekan perkembangan virus Corona atau Covid 19, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq), Hellen Sarita de Lima mengimbau pecinta olahraga teqball untuk tidak melakukan kegiatan di ruang publik.

"Marilah kita bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam melawan wabah virus Corona.  Dengan menghindari ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan berarti kita ikut menyelamatkan keluarga, saudara, teman serta masyarakat sekitar dari penularan virus Corona," kata Hellen Sarita de Lima di Jakarta, Selasa ((24/3/2020).

Dengan menjalankan seluruh aktivitas di rumah untuk sementara waktu, kata Hellen, secara otomatis membatasi interaksi fisik, serta menjaga jarak secara sosial dengan rekan-rekan dan masyarakat yang berada di ruang publik. "Kita kan tidak tahu apakah orang-orang di sekitar kita mungkin adalah carrier atau pembawa virus ini,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi memang sangat memungkinkan untuk bekerja di rumah sembari meminimalisasi dan mempersempit ruang gerak penyebaran Virus Corona. "Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah pun sebaiknya diimbangi dengan berolahraga atau melakukan berbagai kegiatan fisik secara teratur. Dengan demikian, stabilitas kondisi fisik lebih terjaga dan tak mudah terserang penyakit," tandasnya.

Selama berada di rumah, kata Hellen yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pecinta olahraga teqball bisa memanfaatkan online untuk menambah pengetahuan. "Silahkan optimalkan akses online seperti Youtube, google dan lain-lain untuk menambah ilmu dan penerapan latihan teqball di rumah," jelasnya.  ***

wwwwww