Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
16 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
18 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
24 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
21 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik

Hellen Sarita de Lima Imbau Pecinta Teqball Hindari Ruang Publik
Selasa, 24 Maret 2020 14:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Dalam upaya menekan perkembangan virus Corona atau Covid 19, Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP InaTeq), Hellen Sarita de Lima mengimbau pecinta olahraga teqball untuk tidak melakukan kegiatan di ruang publik.

"Marilah kita bersama-sama menjalankan instruksi pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam melawan wabah virus Corona.  Dengan menghindari ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan berarti kita ikut menyelamatkan keluarga, saudara, teman serta masyarakat sekitar dari penularan virus Corona," kata Hellen Sarita de Lima di Jakarta, Selasa ((24/3/2020).

Dengan menjalankan seluruh aktivitas di rumah untuk sementara waktu, kata Hellen, secara otomatis membatasi interaksi fisik, serta menjaga jarak secara sosial dengan rekan-rekan dan masyarakat yang berada di ruang publik. "Kita kan tidak tahu apakah orang-orang di sekitar kita mungkin adalah carrier atau pembawa virus ini,” ungkapnya.

Perkembangan teknologi memang sangat memungkinkan untuk bekerja di rumah sembari meminimalisasi dan mempersempit ruang gerak penyebaran Virus Corona. "Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah pun sebaiknya diimbangi dengan berolahraga atau melakukan berbagai kegiatan fisik secara teratur. Dengan demikian, stabilitas kondisi fisik lebih terjaga dan tak mudah terserang penyakit," tandasnya.

Selama berada di rumah, kata Hellen yang juga mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), pecinta olahraga teqball bisa memanfaatkan online untuk menambah pengetahuan. "Silahkan optimalkan akses online seperti Youtube, google dan lain-lain untuk menambah ilmu dan penerapan latihan teqball di rumah," jelasnya.  ***


wwwwww