Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Badminton

Termakan Hoax, Jumlah Kematian karena Metanol di Iran Lebih Tinggi dari Korban Tewas Corona

Termakan Hoax, Jumlah Kematian karena Metanol di Iran Lebih Tinggi dari Korban Tewas Corona
Bendera Iran. (Gambar: Istock)
Minggu, 29 Maret 2020 10:03 WIB
TEHERAN - Dokter Hossein Hassanian, tenaga medis yang membantu Kementerian Kesehatan Iran angkat bicara terkait tewasnya ratusan orang di negara itu lantaran meminum metanol. Para korban itu, termakan hoax bahwa metanol bisa menangkal Corona/Covid-29.

"Ada yang menginformasikan, sejumlah orang sembuh setelah terjangkit virus corona karena meminum wiski dan menggunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang akrab disebut hand sanitizer," kata Hossein dikutip dari liputan.com, Minggu (29/3/2020).

Lansiran yang bersumber dari laporan VOA Indonesia itu menyebut, informasi keliru tersebut membuat banyak orang berburu minuman beralkohol yang sebetulnya ilegal diperdagangkan di Iran. Bahkan, tak sedikit yang berburu cairan kimia metanol (methyl alcohol) yang sesungguhnya beracun, dan tidak terbukti memiliki efek menyembuhkan.

Media-media Iran melaporkan, hampir 300 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya jatuh sakit setelah meminum methanol di berbagai penjuru Iran, termasuk seorang anak berusia lima tahun yang kini buta karena orangtuanya memberinya metanol.

Untuk diketahui, metanol tidak dapat tercium atau dirasakan lidah bila dicampur dengan minuman. Cairan kimia itu bisa menimbulkan kerusakan organ vital dan otak. Gejala-gejala keracunan methanol termasuk nyeri dada, mual-mual, gangguan pernafasan, kebutaan dan bahkan koma.

Di sejumlah provinsi di Iran, termasuk Khuzestan dan Fars, jumlah kematian akibat metanol melebihi jumlah kematian akibat virus corona.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Olympic, PON, Badminton
wwwwww