Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
18 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
20 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
22 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
4
'New Normal' saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
DPR RI
24 jam yang lalu
New Normal saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
5
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
DPR RI
23 jam yang lalu
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
6
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
19 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Presiden ke Kepala Daerah: Perlu Langkah-Langkah Lebih Tegas Tutup Rantai Penyebaran Covid-19

Presiden ke Kepala Daerah: Perlu Langkah-Langkah Lebih Tegas Tutup Rantai Penyebaran Covid-19
istimewa.
Senin, 30 Maret 2020 14:06 WIB
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah lebih tegas dalam menutup rantai penyebaran virus corona/Covid-19. Pernyataan presiden, menyusul data sekitar 14 ribu warga Jabodetabek yang mudik dalam 8 hari terakhir.

"Demi keselamatan bersama, saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Dan ini saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas secara daring yang juga disiarkan oleh CNN Indonesia, Senin (30/3/2020).

Dalam 8 hari terakhir ini, kata Presiden, ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY Yogyakarta.

Jumlah penumpang mudik itu belum ditambah dengan pemudik yang sudah berangkat lebih dulu menggunakan transportasi massal yang lain. Seperti kereta api, kapal laut, pesawat dan kendaraan pribadi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Lingkungan, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, Umum, GoNews Group

wwwwww