Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Presiden ke Kepala Daerah: Perlu Langkah-Langkah Lebih Tegas Tutup Rantai Penyebaran Covid-19

Presiden ke Kepala Daerah: Perlu Langkah-Langkah Lebih Tegas Tutup Rantai Penyebaran Covid-19
istimewa.
Senin, 30 Maret 2020 14:06 WIB
JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah lebih tegas dalam menutup rantai penyebaran virus corona/Covid-19. Pernyataan presiden, menyusul data sekitar 14 ribu warga Jabodetabek yang mudik dalam 8 hari terakhir.

"Demi keselamatan bersama, saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Dan ini saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas secara daring yang juga disiarkan oleh CNN Indonesia, Senin (30/3/2020).

Dalam 8 hari terakhir ini, kata Presiden, ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY Yogyakarta.

Jumlah penumpang mudik itu belum ditambah dengan pemudik yang sudah berangkat lebih dulu menggunakan transportasi massal yang lain. Seperti kereta api, kapal laut, pesawat dan kendaraan pribadi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Lingkungan, Metropolitan, Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww