Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Buru Penyebar Hoax Marak Pemalakan di Jakarta Pusat Gara- Gara Covid-19

Polisi Buru Penyebar Hoax Marak Pemalakan di Jakarta Pusat Gara- Gara Covid-19
Selasa, 31 Maret 2020 13:56 WIB
JAKARTA - Polda Metro Jaya memburu pelaku penyebar hoax maraknya pemalakan yang dilakukan masyarakat akibat Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan aktivitas keluar rumah di wilayah Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.

Kabar pemalakan itu sempat viral melalui pesan berantai yang beredar di aplikasi Whatsapp.

"Itu hoax, kita sudah buru pelaku yang mencoba menyebarkan berita bohong menyangkut masalah Covid-19," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Yusri menghimbau agar masyarakat bijak menggunakan media sosial. Apalagi, saat ini warga sangat tegang dengan pendemi Covid-19.

"Masyarakat harus bijak gunakan media sosial. Kami akan tindak tegas pelaku," bebernya.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"Mas Agus dapat WA dari teman: Teman-teman saya diinfo di group sebelah situasi Jakarta mulai rawan. Hati-hati keluar rumah ya, di Cideng banyak tukang palak mintain uang".

"Mobil diberhentikan, minta uang di jalanan. Jadi kalau engga perlu, jangan keluar rumah soalnya mereka juga susah, engga ada uang buat makan dan obat-obatan".

"Dari anak sales, tadi dia lihat di Cideng, mobil sama motor disetopin, dompet diambil paksa, dibelokin arah motornya karena orangnya banyak pakai benda tajam. Take care,” isi pesan berantai yang beredar melalui pesan WhatsApp.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:GELORA.CO
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Badminton
wwwwww