Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Adhie Massardi: Yang Dilakukan Andi Taufan Tindakan Kriminal Serius

Adhie Massardi: Yang Dilakukan Andi Taufan Tindakan Kriminal Serius
Selasa, 14 April 2020 17:02 WIB
JAKARTA - Staf Khusus Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra memang telah meminta maaf atas suratnya berkop Sekretaris Kabinet yang ditujukan ke camat. Namun demikian, kasus ini tidak boleh berakhir begitu saja.

Selain terindikasi melakukan maladministrasi sebagaimana yang disampaikan anggota Ombudsman RI Alvin Lie, Andi Taufan juga dianggap telah melakukan tindak pidana yang serius.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengurai bahwa apa yang dilakukan bos Amartha itu merupakan maladministrasi serius karena menggunakan milik negara yang tidak melekat pada jabatannya.

Dalam hal ini, Andi Taufan sebagai Staf Khusus Jokowi telah memakai lambang Setkab pada kop suratnya.

"Sebenarnya ini tindak pidana serius (kriminal). Menggunakan milik negara (surat kop lembaga negara) yang tak lekat padanya (stafsus bukan bagian kabinet) untuk kepentingan lain. Ini Maladminitrasi serius," urainya kepada redaksi, Selasa (14/4).

Menurutnya, kasus ini merupakan cermin bagaimana penguasa gagal mengurus hal-hal yang kecil dan administratif. Artinya, bukan menjadi hal yang mengejutkan jika urusan besar yang mengenai rakyat terabaikan.

"Cermin urus lingkup kekuasaan yang kecil, bagaimana urus negara dan rakyat," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww