Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Beladiri

Imbas PHK di Tengah Pandemi Corona, Warga Sleman Nekat Mencuri Gabah

Imbas PHK di Tengah Pandemi Corona, Warga Sleman Nekat Mencuri Gabah
Jum'at, 17 April 2020 18:19 WIB
SLEMAN - Tindak kriminalitas seiring dengan PHK karyawan dari berbagai perusahaan lantaran mewabahnya virus corona atau covid-19 jadi sorotan Polres Sleman.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo mengatakan pengawasan tersebut juga bukan tanpa alasan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu kasus pencurian gabah sebanyak 40 karung yang terjadi wilayah Candibinangun, Pakem, Sleman ternyata didalangi oleh pelaku yang terimbas dari upaya PHK yang dilakukan korporasi.

"Pencurian gabah itu sudah dilakukan penangkapan oleh jajaran Polsek Pakem. Pelaku yang berjumlah empat orang melakukan aksinya di tujuh TKP, kebetulan keempat pelaku merupakan satu keluarga, salah satu pelaku yang merupakan otak dibalik pencurian gabah sebelumnya terkena PHK, makanya ia ngajak adik dan kakak iparnya untuk nyuri gabah," ujar Rudy, Jumat (17/4/2020).

Secara pribadi, lanjut Rudy, dengan adanya tingkat PHK yang cukup tinggi nantinya akan berdampak terhadap aspek keamanan. Apalagi hal tersebut ditambah dengan konsekuensi baru yang harus diterima oleh warga yang mendapatkan PHK seperti tidak adanya sumber penghidupan mereka.

"Namun, tentu saja tidak bisa serta merta dikatakan demikian, karena kita juga harus melihat data dan fakta yang ada, oleh karena iu upaya patroli dan pengawasan di masing-masing wilayah baik dari Polsek maupun Polres kita terus lakukan, agar jumlah kasus kejahatan di Sleman tidak semakin bertambah," imbuhnya.

Tidak hanya warga yang terdampak PHK, polisi juga memberikan perhatian kepada narapidana yang mendapatkan asimilasi dari pemerintah yang totalnya sejumlah puluhan narapidana di wilayah kabupaten Sleman.
Upaya pemantauan ke rumah masing-masing narapidana juga terus dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan oleh masyarakat tidak menjadi kenyataan.

"Kami sudah mendapatkan data masing-masing narapidana yang mendapatkan asimilasi dari Lapas, alamatnya sudah kami data, kami juga menggandeng Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah narapidana asimilasi berada untuk memantau mereka, bagaimanapun mereka masih warga binaan, nantinya jika terjadi situasi yang tidak diinginkan, kami bisa cepat melakukan penangkapan," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Okezone.com
Kategori:Olympic, Beladiri, Ekonomi, DI Yogyakarta
wwwwww