Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Olympic

Tunda Pernikahan Gara-gara Corona, Calon Istri Malah 'Disikat' Oknum Pimpinan DPRD

Tunda Pernikahan Gara-gara Corona, Calon Istri Malah Disikat Oknum Pimpinan DPRD
Sabtu, 18 April 2020 01:20 WIB
GARUT - Tragis nasib seorang pemuda asal Kabupaten Garut Jawa Barat berinisial DH (31), gara-gara pandemi Corona (COVID-19) terpaksa menunda pernikahan dengan calon istrinya Dt (23).

Parahnya, saat menanti pandemi Corona usai, DH justru membongkar perselingkuhan calon istrinya, Dt, dengan En oknum unsur pimpinan DPRD Kabupaten Garut yang juga ketua salah satu partai.

Menurut kuasa hukum DH, Syam Yousef, DH dan Dt semestinya melangsungkan pernikahan buan Maret lalu, namun karena pandemi Corona, pernikahan tersebut ditunda. Kliennya (DH) sebenarnya sudah mulai curiga jika Dt berselingkuh, DH mencoba mencari bukti-bukti.

"Nah itu, hasilnya ada foto-foto syur Dt sama En di memori telepon genggam Dt," ujarnya, Rabu, 14 April 2020.

Pihak kuasa hukum sempat mengklarifikasi kepada oknum anggota dewan, En, perihal foto-foto syur dengan calon istri kliennya. Namun En malah mengancam akan menghabisi DH. Syam mengatakan kliennya dalam kondisi syok karena banyak telepon asing masuk yang mencari keberadaan.

"Bukan hanya En yang mengancam, juga ada sejumlah nomor asing yang melakukan hal serupa, " ungkap Syam.

Syam menegaskan akan terus mendampingi kliennya dan melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat. Menurutnya perilaku En selaku anggota dewan sudah tidak memiliki etika, terlebih dia seorang wakil rakyat dengan posisi pimpinan DPRD Garut.

"Laporannya tentang Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE), karena unsur ancaman pembunuhan," kata Syam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:VIVA.CO.ID
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Jawa Barat
wwwwww