Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
![]() |
| Suasana aksi mahasiswa dalam peringatan Sumpah Pemuda 2026. |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
JAKARTA - Peringatan Hari Sumpah Pemuda diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Massa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) ini tertahan di depan Gedung Bank UOB lantaran pergerakan mereka diblokade oleh aparat kepolisian.
Mengenakan pakaian serba hitam, semangat massa tidak surut meski langkah mereka dibatasi. Tepat di hadapan barisan kepolisian yang berjaga, para demonstran tampak kompak mengacungkan tiga jari ke udara sembari meneriakkan kata revolusi.
Spanduk Raksasa Protes Karhutla
Isu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap membawa dampak buruk bagi wilayah daerah seperti Riau dan sekitarnya menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi di ibu kota ini. Massa aksi terlihat membentangkan sebuah spanduk raksasa berukuran 3x6 meter yang bernada protes atas kerusakan lingkungan.
"Hutan bukan milik oligarki, alam harus dilindungi, perusak harus diadili," demikian bunyi tulisan pada spanduk raksasa tersebut.
Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus negeri maupun swasta. Elemen massa berasal dari UI, ITB, Unpad, Undip, UPN Veteran Jakarta, Paramadina, Trisakti, Universitas Pancasila, UIN Syarif Hidayatullah, Gunadarma, Trilogi, PEMKRI, serta koalisi masyarakat sipil.
Lima Tuntutan Utama Komite SADAR
Dalam orasinya, massa aksi membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah. Poin pertama secara khusus mendesak penetapan status bencana nasional untuk kasus Karhutla, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
Pada poin kedua dan ketiga, pengunjuk rasa menuntut perwujudan APBN untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran pada program populis seperti MBG dan KDMP. Mereka juga meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan, meratakan akses layanan dasar, serta menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
Sementara itu, tuntutan keempat dan kelima berfokus pada isu penegakan hukum dan keadilan. Massa mendesak penghentian penyalahgunaan kekuasaan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), pengembalian kebebasan bersuara, pengadilan bagi pelanggar HAM, serta penghentian militerisasi di ruang sipil. ***
| Kategori | : | Umum |













