Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
17 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
10 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
17 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
18 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
19 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
6
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
11 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
Home  /  Berita  /  DPR RI

Hari Pendidikan Nasional, DPR RI Minta Pemda tak Memotong Gaji Guru Honorer

Hari Pendidikan Nasional, DPR RI Minta Pemda tak Memotong Gaji Guru Honorer
Sabtu, 02 Mei 2020 18:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR RI, dari Fraksi Demokrat, Achmad Msi, meminta pemerintah daerah dan provinsi tidak melakukan penghentian maupun pemotongan gaji terhadap guru honorer.

Langkah ini merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap guru honorer dan kontrak ditengah pandemi Covid-19.

Menurut Achmad, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, harus memahami esensi mereka sebagai guru honorer. Dimana mereka sudah berjuang setiap hari, mendidik dengan sepenuh hati dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

Yang sudah ddidapat dengan pengorbanan yang dilakukan para Guru Honorer kata Achmad, belum sebanding. "Saya minta kepada pemerintah jangan ada penghentian guru honorer dan pemotongan gaji mereka, meskipun saat ini mereka tidak bisa mengajar di ruang kelas, tapi mereka sudah banyak berjasa untuk anak-anak kita," kata Achmad kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/5/2020)

"Tanpa mengenyampingkan guru ASN ya, kalau mereka sudah jelas ada anggarannya," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Demokrat itu menyebut, guru honorer sangat berperan penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Bahkan pengabdian mereka melebihi besarnya dengan guru yang telah berstatus ASN. "Kita lihat perjuangan mereka jangan sekarang saja, tapi sebelumnya juga harus dilihat," jelas mantan Bupati Rokan Hulu dua periode itu.

Achmad juga meminta pemerintah segera mengakomodir para guru dan tenaga pendidik honorer non-kategori (GTKHNK) yang berusia di atas 35 tahun untuk dilakukan pengangkatan secara langsung tanpa harus mengikuti ujian umum.

"Logikanya begini, mereka guru honorer 35 plus ini diadu ujian pakai komputer dengan anak milenial tentu mereka kalah. Tapi secara pengalaman tentu mereka juaranya. Jadi ya jangan disamakan. Cukup mereka melengkapi adminitrasiranya saja seperti yang lain juga," ujar legislator daerah pemilihan Riau II itu.

Apa lagi, kata Dia, hari ini merupakan hari pendidikan nasional, sudah selayaknya pemerintah memberikan apresiasi yang terbaik untuk profesi yang dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa itu.

"Hari ini kita memperingati hari pendidikan nasional, kita berikan yang terbaik untuk mereka agar dunia pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang," tuturnya.

Secara pribadi, Achmad mengungkapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik di Indonesia yang telah mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa ini.

"Saya pribadi mengucapkan selamat hari pendidikan nasional. Penghargaan tertinggi serta terima kasih kepada tenaga kependidikan (guru-red) atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini," pungkas Achmad.***


wwwwww