Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
9 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Teco Rindu Atmosfer Stadion Dipta

Teco Rindu Atmosfer Stadion Dipta
Sabtu, 02 Mei 2020 12:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DENPASAR - Sudah lebih dari 40 hari Indonesia tanpa sepak bola mulai dari Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 hingga kasta terbawah. Kerinduan tentu memuncak. Bukan hanya suporter, tetapi juga pemain dan pelatih. Inilah yang dirasakan Pelatih Bali United Stefano "Teco" Cugurra.

Teco mengaku sangat rindu memimpin Serdadu Tridatu di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Selain itu, dia juga sudah sangat rindu bisa memimpin latihan. Entah itu di Lapangan Gelora Trisakti Legian, Lapangan Banteng Seminyak, atau Lapangan Gelora Samudera Kuta.

“Tentu rindu, sangat rindu atmosfer Stadion Dipta. Saya juga sangat rindu memimpin latihan lagi,” terang ayah dua anak tersebut.

Teco pun memiliki cara ampuh untuk bisa mengobati rindunya. Yang jelas bukan datang langsung ke tadion atau ke lapangan latihan.

“Saya biasanya menonton cuplikan pertandingan Bali United,” terang pelatih berusia 46 tahun tersebut. Disamping itu, Teco mengaku tetap berkomunikasi intens dengan jajaran pelatih Bali United lainnya.

Meskipun ada beberapa pemain yang memilih tetap di Bali, Teco enggan untuk bertemu karena mengikuti anjuran dan imbauan dari pemerintah.

“Saya biasa kontak teman-teman via telepon saja,” ucapnya singkat. Kegiatannya di rumah juga bertambah sekarang. Pelatih berpaspor Brasil tersebut membagi tugas dengan sang istri. Kebetulan anak pertamanya, Roma Cugurra tetap bersekolah meskipun di rumah.

“Untuk membantu belajar Roma, menjadi tugas istri. Saya punya banyak waktu dengan anak kedua saya, Gabriela,” tutupnya.  ***

wwwwww