Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
19 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
11 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
18 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
20 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
13 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
21 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Iwan Bule Harus Manfaatkan RUPS Pisahkan PSSI dengan PT LIB

Iwan Bule Harus Manfaatkan RUPS Pisahkan PSSI dengan PT LIB
Hifni Hasan bersama Edy Rahmayadi dan Berlinton
Sabtu, 02 Mei 2020 12:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Setelah menyoroti masalah jabatan mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha di AFF dan AFC yang harus segera diambil alih Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mantan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan menguak salah satu permasalahan yang menghambat prestasi sepakbola Indonesia.

Selama ini, kata Hifni, Kompetisi yang dijalankan PT Liga Indonesia (LI) kemudian berubah menjadi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator selalu saja menempatkan pengurus PSSI sebagai pengelola dan PSSI sebagai pemegang saham. Padahal, PT LIB Itu bukanlah PSSI. 

"Perlu dipahami bahwa PT LIB sebagai operator kompetisi itu adalah badan usaha yang diatur dalam Undang Undang Badan Usaha sedangkan PSSI adalah lembaga yang membina dan mengatur serta menjalankan program pembinaan sepakbola Indonesia sesuai dengan statuta FIFA. Jadi, PSSI harus dipisah dengan PT LIB," kata Hifni Hasan dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu (2/5/2020). 

Berbicara masalah kompetisi, Hifni jadi teringat pada pertemuan dengan mantan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi saat didampingi Direktur PT LIB, Berlinton yang juga Bendahara PSSI saat itu.  Dalam pertemuan usai pertandingan semifinal sepakbola SEA Games Malaysia 2017 dimana  Timnas Indonesia kalah dari tuan rumah Malaysia yang berlangsung di Lounge Garuda Airport Kuala Lumpur itu, Edy Rahmayadi sempat menyampaikan defisit keuangan yang dialami PSSI.   

"Saya heran apa yang disampaikan pak Edy Rahmayadi bersamaan ada Direktur PT LIB yang sangat superior atas keuangan PSSI. Olahraga sepakbola itu kan sangat gampang dijual kepada sponsor. Makanya, saya menyarankan agar PSSI melakukan tender ulang operator sepakbola yang menangani kompetisi sehingga kebutuhan anggaran bisa dipenuhi," jelasnya.  

Dalam upaya memisahkan PSSI dan PT LIB, kata Hifni, Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule tidak punya pilihan lain terkecuali harus mendorong agar digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Di RUPS inilah pengurus PSSI yang terlibat di PT LIB selama ini bisa diberhentikan dan bisa ditata ulang lagi perjanjian kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak," jelasnya. 

Menurut Hifni, pemisahan tersebut akan membuat PSSI lebih fokus dalam menjalankan program pembinaan untuk mempersiapkan timnas Indonesia yang lebih baik untuk menghadapi SEA Games, Asian Games, Pra Olimpiade dan kalender event AFF, AFC maupun FIFA. 

"Kalau kompetisi sudah berjalan dengan baik, PSSI tinggal menunjuk pelatih yang akan memilih pemain untuk dipersiapkan menghadapi berbagai event internasional.  Jadi, PSSI bisa menghapus imej di masyarakat tentang adanya kepentingan operator atau klub dalam pemilihan pelatih maupun pemain Timnas," tandasnya. ***


wwwwww