Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
8 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Olympic

Nekat Konvoi Kelulusan saat Pandemi Corona, Siswa SLTA Bengkalis Dibubarkan Polisi

Nekat Konvoi Kelulusan saat Pandemi Corona, Siswa SLTA Bengkalis Dibubarkan Polisi
Minggu, 03 Mei 2020 00:55 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Jajaran Polres Bengkalis akhirnya membubarkan aksi nekat sejumlah siswa SLTA yang melakukan konvoi usai pengumuman kelulusan di Jalan Sudirman, dan Lapangan Pasir Pantai Marina, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (2/5/2020).

Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryant, menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan pembubaran aksi siswa tersebut, setelah sebelumnya dilakukan imbauan.

"Aksi mereka kita bubarkan sejak pukul 21.00-23.30 WIB, adapun titik konvoi dan kumpul mereka disekitar Jalan Sudirman dan Lapangan Pasir Pantai Marina," terang Sigit kepada GoRiau.com, Minggu (3/5/2020) dini hari usai melaksanakan giat.

Sigit juga menjelaskan, pembubaran dilakukan dengan tujuan supaya situasi keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat tetap terjaga. Terlebih lagi, saat ini wabah virus Corona tengah mengacam kesehatan warga.

Dia mengaku sangat menyayangkan, masih ada para siswa yang nekat melakukan aksi konvoi meski sudah dilarang. "Ini kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kita juga mengantisipasi agar tidak terjadi lakalantas dijalan. Selain itu, ini juga upaya kita mencegah penyebaran virus Corona. Kan sudah jelas dilarang pemerintah untuk kumpul-kumpul. Tadi ada tiga e-tilang yang dilayangkan petugas kepada pelanggar," tutup Sigit.

Sebelumnya, beredar video puluhan siswa menggunakan baju putih abu-abu yang penuh dengan coretan, melakukan konvoi menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan masker dan helm.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Umum, Olympic, PON, Riau
wwwwww