Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
17 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
19 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
22 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
4
'New Normal' saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
DPR RI
23 jam yang lalu
New Normal saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
5
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
DPR RI
23 jam yang lalu
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
6
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
19 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Home  /  Berita  /  Umum

Jangan Lupa Saksikan, Nanti Malam Hujan Meteor Eta Aquarids Hiasi Langit

Jangan Lupa Saksikan, Nanti Malam Hujan Meteor Eta Aquarids Hiasi Langit
Hujan meteor. (kompas.com)
Senin, 04 Mei 2020 15:18 WIB
JAKARTA - Hujan meteor Eta Aquarids akan menghiasi langit Senin (4/5/2020) malam. Fenomena alam ini bisa terlihat di belahan bumi bagian selatan, termasuk di wilayah Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, astronom Marufin Sudibyo mengatakan, fenomena meteor Eta Aquarids ini rutin terjadi setiap tahun, dari 19 April hingga 28 Mei.

Tahun 2020 ini, hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 4-5 Mei, dengan intensitas maksimum hingga 60 meteor per jam.

''Ia (hujan meteor Eta Aqurids) ini tergolong deras dengan intensitas 60 meteor per jam. Intensitas meteor tertinggi itu 120 meteor per jam. Jadi ya cukup lumayan,'' kata Marufin kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Aktivitas hujan meteor dengan intensitas maksimun 60 meteor per jam ini sebagian besar dapat terlihat di belahan bumi selatan. Sedangkan di belahan bumi utara intensitasnya hanya dapat mencapai sekitar 30 meteor per jam.

''Paling baik disaksikan dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia,'' ujar dia.

Agak Terhalang Bulan

Namun, karena adanya eksistensi bulan menjelang purnama, kata Marufin, ini akan berpengaruh dan mereduksi ketampakan jumlah meteor menjadi separuhnya saja atau kurang.

Hujan meteor Eta Aquarids berasal dari debu-debu halus yang dilepaskan oleh komet Halley.

''Lebih spesifik lagi, ini (hujan meteor Eta Aquarids) debunya komet Halley yang legendaris,'' tutur Marufin mengungkap fakta menarik hujan meteor Eta Aquarids.

Misi Rusia, Eropa, Jepang dan Amerika memiliki kesempatan untuk memotret Comet Halley selama pendekatan terdekatnya dengan matahari. Deep Space Network (DSN) memberikan dukungan untuk semua misi internasional ini dalam bentuk telemetri, perintah dan atau navigasi.

Untuk diketahui, komet Halley menjadi legendaris karena sudah dikenal sejak zaman kuno hingga saat ini disebutkan masih terserak debu di sepanjang lintasannya.

Anda yang ingin menyaksikan ini bisa dilakukan di semua tempat di Indonesia.

''Asalkan langitnya gelap,'' kata Marufin. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Umum

wwwwww