Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Umum

Video Viral Siswa SMA Disorot Kemendikbud, DPR Desak Pemprov dan Pemda Rohul Minta Maaf

Video Viral Siswa SMA Disorot Kemendikbud, DPR Desak Pemprov dan Pemda Rohul Minta Maaf
Senin, 04 Mei 2020 15:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR RI, Achmad Msi mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan Pemda Rokan Hulu segera meminta maaf kepada masyarakat terkait beredarnya video siswa/siswi yang sedang merayakan kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Terlebih lagi, kasus video tersebut sampai direspon oleh akun resmi Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang mengatakan, ''Jika ada informasi nama sekolahnya ya kak, agar kami koordinasikan melalui dinas pendidikan setempat,'' ujar akun Itjen_Kemendikbud tersebut.

"Ini sangat memalukan sekali. Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan harus meminta maaf kepada publik secara luas atas kejadian ini. Tidak bisa hanya siswanya saja," kata Achmad kepada wartawan Senin (4/5/2020).

Achmad berang dan kesal melihat kelakuan para generasi muda di daerah yang pernah ia pimpin selama sepuluh tahun tersebut. Dia menilai Pemda Rokan Hulu gagal dalam merangkul generasi muda. "Miris saya melihatnya. Saya sepuluh tahun jadi bupati, tapi tak pernah kejadian seperti ini. Ini tidak terlepas dari peran Pemda dalam merangkul generasi muda. Kalau seperti ini mau jadi apa negeri ini?," tandasnya.

Politisi Demokrat itu menuturkan, pengawasan terhadap aksi sekelompok siswa yang merayakan kelulusan sekolah tersebut tidak terlepas dari campur tangan Pemda Rokan Hulu ditengah merebaknya virus Covid-19 dan juga bulan suci Ramadhan. "Kelemahan Pemda jelas, apa lagi ini bulan suci Ramadhan dan juga masa pandemi Covid-19 dimana pergerakan kita sangat diawasi," jelasnya.

"Ini sangat memalukan sekali. Sedih saya kenapa harus terjadi di negeri dengan julukan Seribu Suluk itu. Saya sepuluh tahun memimpin tidak pernah terjadi," jelas Achmad.

Achmad menyebut, Dinas Pendidikan Provinsi Riau harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut karena gagal membuat siswa disiplin. Disisi lain, Pemda Rokan Hulu juga harus bertanggung jawab secara moral karena kejadiannya ini terjadi di wilayah Rokan Hulu. "Mereka harus bertanggung jawab tidak bisa mendidik anak disiplin, padahal itu wewenang mereka," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, beredar video perayaan kelulusan sekolah dengan mencoret-coret seragam yang dilakukan oleh sekelompok siswa SMA. Mereka berasal dari salah satu SMA di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Aksi mereka sontak membuat malu pendidikan di Provinsi Riau. Bagaimana tidak, aksi puluhan siswa yang konvoi itu menunjukkan perlakuan yang tidak wajar dilakukan oleh seorang yang terpelajar. Selain melakukan hal tak senonoh, tampak juga di baju seragam siswa lelaki dan perempuan gambar-gambar porno yang dibuat dari cat pilog.

Setelah video itu menjadi viral dan disorot, kemudian muncul video permintaan maaf dari puluhan siswa yang membuat video tak senonoh tersebut, di sebuah rumah dengan menggunakan jilbab. ''Kami minta maaf kepada sekolah, dinas pendidikan, orang yang dirugikan, dan kepada netizen,'' kata siswi yang berinisial HK itu.

Sementara pihak kepolisian di Rohul saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu.

"Iya, terkait dengan video tersebut, saat ini tindakan kepolisian memang belum ada, karena ini menyangkut prilaku kenakalan remaja, dan tentunya oleh sektor setempat telah mendata dan klarifikasi dengan pihak sekolah. Untuk info lanjut boleh konfirmasi dengan Kapolsek Kunto Darussalam ya," ujar Kasubag Humas Polres Rohul, Ipda Fery kepada GoRiau.com, Senin (4/5/2020).***

wwwwww