Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
9 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
16 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
17 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
11 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Belasan Anggota Geng Diamankan Polres Bantul

Belasan Anggota Geng Diamankan Polres Bantul
Foto: Ist./Kumparan.com
Kamis, 07 Mei 2020 17:18 WIB
BANTUL - Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengungkapkan, jajarannya telah mengamankan 16 remaja yang diduga berasal dari satu geng, di wilayah Polsek Sewon tak jauh dari kampus ISI, Rabu (6/5/2020), malam tadi.

Selain mengamankan 16 pelajar tersebut, Polisi juga mengamankan 4 botol bir kosong bekas anggur dan sirup untuk pelemparan, lalu 3 buah senjata tajam jenis celurit, 2 gear, 7 kembang api, 9 sepeda motor, 1 unit mobil, serta 16 unit telepon seluler.

Giat penangkapan ini, dijelaskan Ngadi, karena ada dugaan geng tersebut akan melakukan tawuran dengan pelajar dari sekolah lain di Ringroad Selatan Banguntapan.

"Kita jerat mereka dengan undang-undang Darurat, ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," ujar Ngadi, Kamis (7/5/2020).

Bagi pelajar yang masih di bawah umur, Ngadi memastikan pihaknya menerapkan pembinaan sembari terus melakukan penyelidikan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Pendidikan, Hukum, Peristiwa

wwwwww