Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
9 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
16 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
17 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
11 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Politik

Syarief Hasan Apresiasi Kerja Keras dan Ketegasan Ketua Gugus Tugas Covid-19

Syarief Hasan Apresiasi Kerja Keras dan Ketegasan Ketua Gugus Tugas Covid-19
Kamis, 07 Mei 2020 17:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Syariefuddin Hasan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo dengan kerja kerasnya mengeluarkan berbagai kebijakan yang tegas dalam kerangka upaya melawan pandemi Covid-19.

"Saya sangat mengapresiasi ketegasan dan kebijakan beliau seputar upaya penanganan pandemi ini. Salah satu kebijakan dan ketegasannya adalah turut meluruskan pernyataan Menteri Perhubungan saat Raker dengan DPR tentang kebijakan pelonggaran PSBB," ungkap Syarief dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Seperti diketahui, Doni Monardo dalam keterangan persnya di BNPB Jakarta, Rabu (6/5/2020), menegaskan bahwa layanan tranportasi yang dibuka dalam rangka pelonggaran, bukan diperuntukkan kepada masyarakat umum.

Tetapi, untuk pihak-pihak yang memiliki sangkut paut dengan upaya penanganan Covid-19 di Indonesia. Penegasan Doni itu terkait pernyataan Menhub tersebut.

Bagi Syarief Hasan sendiri, pelonggaran PSBB di masa pandemi dengan salah satu kebijakannya membuka akses transportasi, mesti berkaca kepada negara-negara lain yang telah berhasil menangani Covid-19.

Ada beberapa aspek utama yang harus diperhatikan dan dicontoh ketika akan melonggarkan kebijakan, di antaranya keberhasilan menurunkan tingkat terinfeksi dan mortality secara signifikan.

"Beberapa negara yang berhasil menurunkan tingkat terinfeksi dan mortality tersebut sehingga berani mengambil kebijakan pelonggaran adalah Korea Selatan dan Republik Cheko. Untuk Indonesia, saya melihat untuk saat ini kedua parameter tersebut trennya memang semakin meningkat," ungkapnya.

Pimpinan MPR dari Partai Demokrat ini juga mengingatkan, di masa penanganan pandemi ini yang diperlukan adalah kebijakan yang tegas. Terutama terkait potensi penyebaran virus.

Syarief Hasan mengungkapkan bahwa di China negara asal pandemi Covid-19 saja, kebijakan potensi penyebaran virus sangat ketat dengan tegas melarang warga asing masuk. Walaupun, di sana sudah signifikan berhasil menangani wabah dan sudah hidup normal kembali.

"Wuhan sudah memulai kehidupan normal namun masih melarang warga asing masuk ke sana. Kalau mereka saja melarang warga asing masuk, mengapa justru di Indonesia masih mempersilakan warga asing masuk seperti kabar TKA China yang rencananya akan masuk ke Indonesia," tambahnya.

Intinya, lanjut Syarief Hasan, sekali lagi ketegasan. "Dalam upaya melawan pandemi ini, seluruh pejabat mesti berjalan dalam satu kebijakan yang tegas, terkontrol, dan konsisten dengan kedisiplinan yang tinggi, sehingga InsyaAllah kita akan lebih cepat berhasil melawan Covid-19 dan rakyat Indonesia bisa hidup normal kembali,” tandasnya.***


wwwwww