Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan
Minggu, 10 Mei 2020 21:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Tanpa ada kegiatan kompetisi, manajemen Borneo FC sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Kewajiban membayar hak pemain dan ofisial tim tak selaras dengan pemasukan yang didapat.

Tak hanya Borneo FC, situasi tanpa pemasukan juga dirasakan kontestan lain. Kondisi ini bisa terus terpuruk jika pandemi tak kunjung berakhir.

"Sangat sedih tidak ada pemasukan. Ya bukan hanya kami. Semua klub merasakan hal yang sama," tutur Chief Marketing Borneo FC, Novi Umar.

Beruntung pihak sponsor yang mendanai Borneo FC masih menjalin hubungan dengan baik. Walhasil masih ada kekuatan yang bisa digunakan menggerakkan tim.

"Alhamdulillah dari sembilan sponsor yang bekerja sama dengan kami musim ini, tidak ada yang rasionalisasi kontrak. Semua mau bersabar dan mengerti situasi yang dihadapi," jelasnya.

Sayangnya penjualan jersey belum maksimal karena baru awal musim. Outlet resmi Borneo FC juga tidak beroperasi karena mengikuti imbauan pemerintah.

"Kalau jersey kami memang belum tersedia di store. Misal ada yang ingin beli via online ke apparel Riors," lanjutnya.

Soal kelanjutan kompetisi, Novi belum berani berkomentar banyak. Menurutnya mengatasi pandemi Covid-19 jauh lebih utama.

"Kalau dari sisi marketing, melanjutkan liga sangat bagus. Kerja sama dengan sponsor bisa kembali dilanjutkan," pungkasnya. ***

wwwwww