Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
18 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
2
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
3
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
Peristiwa
18 jam yang lalu
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
4
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
8 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
5
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
6 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
6
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan

Chief Marketing Borneo FC Sedih Tak Ada Pemasukan
Minggu, 10 Mei 2020 21:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Tanpa ada kegiatan kompetisi, manajemen Borneo FC sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Kewajiban membayar hak pemain dan ofisial tim tak selaras dengan pemasukan yang didapat.

Tak hanya Borneo FC, situasi tanpa pemasukan juga dirasakan kontestan lain. Kondisi ini bisa terus terpuruk jika pandemi tak kunjung berakhir.

"Sangat sedih tidak ada pemasukan. Ya bukan hanya kami. Semua klub merasakan hal yang sama," tutur Chief Marketing Borneo FC, Novi Umar.

Beruntung pihak sponsor yang mendanai Borneo FC masih menjalin hubungan dengan baik. Walhasil masih ada kekuatan yang bisa digunakan menggerakkan tim.

"Alhamdulillah dari sembilan sponsor yang bekerja sama dengan kami musim ini, tidak ada yang rasionalisasi kontrak. Semua mau bersabar dan mengerti situasi yang dihadapi," jelasnya.

Sayangnya penjualan jersey belum maksimal karena baru awal musim. Outlet resmi Borneo FC juga tidak beroperasi karena mengikuti imbauan pemerintah.

"Kalau jersey kami memang belum tersedia di store. Misal ada yang ingin beli via online ke apparel Riors," lanjutnya.

Soal kelanjutan kompetisi, Novi belum berani berkomentar banyak. Menurutnya mengatasi pandemi Covid-19 jauh lebih utama.

"Kalau dari sisi marketing, melanjutkan liga sangat bagus. Kerja sama dengan sponsor bisa kembali dilanjutkan," pungkasnya. ***


wwwwww