Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
17 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
16 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
3
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
4
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
5
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
9 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Daging Babi Diolah Menyerupai Daging Sapi, Baru Terungkap Setelah 63 Ton Terjual

Daging Babi Diolah Menyerupai Daging Sapi, Baru Terungkap Setelah 63 Ton Terjual
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan memperlihatkan alat bukti kejahatan penjualan daging babi menyerupai daging sapi. (kompas.com)
Selasa, 12 Mei 2020 05:33 WIB
BANDUNG - Sebagian masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tanpa menyadari telah mengonsumsi daging babi dalam setahun belakangan. Sebab, ada penjualan daging babi yang diolah menyerupai daging sapi.

Dikutip dari Kompas.com, aparat Polresta Bandung telah berhasil mengungkap penjualan daging babi yang diolah menyerupai daging sapi tersebut. Polisi juga berhasil menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan tersebut di wilayah Kabupaten Bandung, Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keempat penjual daging babi yang ditangkap tersebut yakni T (54), MP (46), AR (38) dan AS (39).

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menuturkan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa di sekitar Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, ada aktivitas penjualan daging babi.

Sambung Hendra, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mendapati tersangka MP dan T,  yang merupakan pengepul daging babi.

''Namun dijual ke publik atau masyarakat sebagai daging sapi,'' kata Hendra dikutip dari TribunJabar.id.

Selain mengamankan dua pengepul tersebut, polisi juga mengamankan dua orang pengecer, yakni AS dan AR.

''Kita mengamankan kurang lebih 600 kilogram, 500 kilogram yang masih utuh kita sita dari freezer, kemudian yang 100 kilogram kita sita dari para pengecernya,'' kata Hendra.

Pengepul, kata Hendra, bukan warga asli Banjaran, mereka hanya mengontrak.

''Saudara T dan MP ini hanya warga ngontrak kurang lebih satu tahun, berasal dari Solo. Barangnya ini dikirim oleh temannya dari Solo ke sini dengan menggunakan mobil pick up,'' kata Hendra, dikutip dari Antaranews.com.

Hendra mengatakan, MP dan T mengaku mendapat pasokan daging babi dari Solo, Jawa Tengah, dengan harga Rp45.000.

Daging tersebut dijual oleh para pelaku di Pasar Baleendah, Banjaran, dan Majalaya.

''Dia telah menjual daging babi sekitar satu tahun. MP dan T menjualnya Rp60.000 per kg dan ditingkat pengecer dijual Rp75.000- Rp90.000 per kg,'' katanya.

''Selama sekitar satu tahun, mereka telah menjual sekita 63 ton. Atau sekitar 600 kilogram per minggunya,'' sambung Hendra.

Dijelaskan Hendra, dalam melakukan aksinya para pelaku ini menggunakan boraks agar daging babi ini menyerupai daging sapi.

''Ada tekniknya dengan menggunakan boraks ini. Diolah kemudian menyerupai daging sapi dan dijual seharga daging sapi,'' jelas Hendra.

Pada saat dijual di pasar, para pelaku menyebut daging itu sebagai daging sapi.

''Sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi. Sebab perbedaan daging sapi dan babi, daging babi warnanya lebih pucat,'' katanya.

Hendra mengatakan, diduga daging telah beredar kepada para pembeli, baik untuk konsumsi rumah tangga, maupun para penjual bakso di tiga kecamatan itu.

Dari para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya freezer, timbangan, satu kilogram boraks, mobil, motor, dan besi pancing untuk menggantung daging.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

''Ancaman pidana 5 tahun penjara,'' tegasnya.

Ditambahkan Hendra, tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa pelaku lain.

''Masih kami kembangkan sejauh mana pemasarannya,'' ujarnya.

Hendra berharap, warga masyarakat tidak usah khawatir, karena daging yang ada sudah disita.

''Namun ke depannya diimbau agar lebih berhati-hati lagi, apabila akan membeli daging sapi, terutama jika harganya relatif murah dengan harga pasaran,'' katanya. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww