Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
17 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
16 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
3
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
4
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
5
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
9 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  Politik

Gelombang Kedua Covid-19 Mangintai, Pemerintah Jangan Abai dengan Stok Pangan

Gelombang Kedua Covid-19 Mangintai, Pemerintah Jangan Abai dengan Stok Pangan
Ilustrasi. (Istimewa)
Selasa, 12 Mei 2020 13:52 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga, mengingatkan pemerintah agar tidak abai terhadap ancaman pangan yang bisa melanda seluruh dunia, terlebih jika terjadi second wave atau gelombang kedua penyebaran pandemik Covid-19.

"Terus terang saya khawatir akan ancaman ini, jika tidak serius kerjaan kita bisa tidak tuntas mengakhiri pandemik ini. Oleh karenanya saya terus mengingatkan pemerintah untuk segera menegakkan kedaulatan pangan,” ujar Eriko Selasa (12/5).

Pimpinan DPP PDI Perjuangan itu mengutarakan, sektor yang paling penting saat ini adalah sektor konsumsi. Sebab, saat ini terjadinya perubahan harga beberapa komoditas yang cukup signifikan.

Menurut laporan BI, saat ini penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras -0,08 persen, bawang putih -0,04 persen, cabai merah -0,03 persen, dan cabai rawit -0,03 persen.

"Jangan sampai rantai distribusi ini terganggu cukup parah sehingga merugikan mereka. Bagaimana jika mereka sudah tidak mau memproduksi lagi? Tentu kita tidak berharap demikian, karena hal itu dapat menyebabkan inflasi," tegasnya.

Eriko kemudian mengusulkan kepada pemerintah untuk segera membentuk Badan Kedaulatan Pangan yang bisa menjadi lembaga pengontrol pasokan dan distribusi pangan dari hasil alam dalam negeri.

"Tentu dibutuhkan data yang tepat dan keseriusan pemerintah dalam hal ini untuk menjaga distribusi pangan kita agar tetap terjaga. Dengan menegakkan kedaulatan pangan di seluruh negeri diharapkan konsumsi masyarakat tetap terjaga sampai pandemik ini berlalu," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:Pemerintahan, Politik, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww