Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gelombang Kedua Covid-19 Mangintai, Pemerintah Jangan Abai dengan Stok Pangan

Gelombang Kedua Covid-19 Mangintai, Pemerintah Jangan Abai dengan Stok Pangan
Ilustrasi. (Istimewa)
Selasa, 12 Mei 2020 13:52 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga, mengingatkan pemerintah agar tidak abai terhadap ancaman pangan yang bisa melanda seluruh dunia, terlebih jika terjadi second wave atau gelombang kedua penyebaran pandemik Covid-19.

"Terus terang saya khawatir akan ancaman ini, jika tidak serius kerjaan kita bisa tidak tuntas mengakhiri pandemik ini. Oleh karenanya saya terus mengingatkan pemerintah untuk segera menegakkan kedaulatan pangan,” ujar Eriko Selasa (12/5).

Pimpinan DPP PDI Perjuangan itu mengutarakan, sektor yang paling penting saat ini adalah sektor konsumsi. Sebab, saat ini terjadinya perubahan harga beberapa komoditas yang cukup signifikan.

Menurut laporan BI, saat ini penyumbang utama deflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras -0,08 persen, bawang putih -0,04 persen, cabai merah -0,03 persen, dan cabai rawit -0,03 persen.

"Jangan sampai rantai distribusi ini terganggu cukup parah sehingga merugikan mereka. Bagaimana jika mereka sudah tidak mau memproduksi lagi? Tentu kita tidak berharap demikian, karena hal itu dapat menyebabkan inflasi," tegasnya.

Eriko kemudian mengusulkan kepada pemerintah untuk segera membentuk Badan Kedaulatan Pangan yang bisa menjadi lembaga pengontrol pasokan dan distribusi pangan dari hasil alam dalam negeri.

"Tentu dibutuhkan data yang tepat dan keseriusan pemerintah dalam hal ini untuk menjaga distribusi pangan kita agar tetap terjaga. Dengan menegakkan kedaulatan pangan di seluruh negeri diharapkan konsumsi masyarakat tetap terjaga sampai pandemik ini berlalu," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww