Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
20 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
20 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
20 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
21 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
20 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Peneliti WHO: Butuh Waktu 5 Tahun Kendalikan Pandemi Corona

Peneliti WHO: Butuh Waktu 5 Tahun Kendalikan Pandemi Corona
Peneliti World Health Organization Soumya Swaminathan. (livemint.com)
Kamis, 14 Mei 2020 20:52 WIB
JAKARTA - Peneliti World Health Organization (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan, perlu waktu empat hingga lima tahun untuk bisa mengendalikan pandemi virus corona.

''Saya sampaikan, sekitar empat hingga lima tahun kita bisa mengontrol ini,'' kata Soumya dalam konferensi daring FT Global Boardroom seperti dikutip dari Liputan6.com yang melansir Daily Mail pada Kamis (14/5/2020).

Menurut Soumya hingga kini jalan terbaik untuk keluar dari pandemi virus corona adalah penyediaan vaksin. Namun, ia tidak menampik bahwa masih banyak yang bertanya-tanya mengenai kehadiran vaksin serta produksi dan distribusi agar merata.

Sepakat dengan Soumya, Kepala Emergensi WHO Mike Ryan mengatakan salah satu harapan adalah kehadiran vaksin Covid-19 yang efektif untuk semua yang membutuhkan di dunia ini.

''Namun, vaksin ini harus benar-benar efektif serta tersedia bagi banyak orang,'' kata Mike. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww