Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
20 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
22 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
5 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
4
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
21 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
5
Berbeda Karakater, MPR Ingin Setiap Daerah Diberi Kewenangan Khusus Tangani Covid-19
MPR RI
22 jam yang lalu
Berbeda Karakater, MPR Ingin Setiap Daerah Diberi Kewenangan Khusus Tangani Covid-19
6
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
Home  /  Berita  /  DPR RI

Hari Buku Nasional di Tengah Pandemi, Hetifah Dorong Peningkatan Budaya Membaca

Hari Buku Nasional di Tengah Pandemi, Hetifah Dorong Peningkatan Budaya Membaca
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Ist)
Senin, 18 Mei 2020 16:34 WIB
JAKARTA - Wakil ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengimbau agar momentum hari buku nasional di tengah pandemi Covid-19 digunakan untuk merefleksikan budaya membaca.

"Saat ini kita merayakan Harbuknas di tengah pandemi. Waktu di rumah dapat kita gunakan untuk lebih meningkatkan kebiasaan membaca seluruh anggota keluarga," kata Hetifah dalam pernyataan persnya, Minggu (17/5/2020), kemarin.

Sekarang, kata Hetifah, sudah ada aplikasi iPusnas dari Perpusnas, gratis. "Kita bisa membaca ribuan judul buku dan baca kapan saja, di mana saja. Saya harap seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan ini,".

Aktivitas membaca di tengah pandemi saat ini-dimana kegiatan belajar mengajar juga diterapkan secara daring, tentu akan terkait dengan kebutuhan siswa atas sarana/prasarana, termasuk akses Internet.

Karenanya, kata Hetifah, dirinya memberi perhatian serius pada upaya mendorong pemenuhan kebutuhan Sarpras pendidikan itu.

Saat ini, kata Hetifah menjawab wawancara GoNews.co, Kemendikbud sedang merancang peta jalan pendidikan nasional 2020-2035, berdiskusi dan menerima masukan dari Komisi X DPR RI.

Untuk jangka pendek, setelah psikis masyarakat pulih dari dampak pandemi, kata Hetifah, "fokus kita setahun ke depan mungkin untuk mengembalikan lagi semangat belajar para stakeholder pendidikan, dengan kombinasi luring maupun daring. Tidak usah terlalu menerapkan target yang muluk-muluk dahulu,".

Pandemi Covid-19, kata Hetifah, harusnya menyadarkan semua pihak soal pentingnya sarana prasarana pendidikan, terutama telekomunikasi. "Saya rasa ini paling urgent yang harus dibangun, karena berdasarkan 8 standar pendidikan, sarpras memiliki nilai paling mengkhawatirkan,".

"Komisi X juga telah mengajukan RUU Fasilitasi Sarpras menjadi prolegnas prioritas 2019-2024. Saya kira sebelum kita melompat dengan visi yang macam-macam, yang mendasar dahulu harus diperbaiki dan dijembatani kesenjangannya," kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pendidikan, DKI Jakarta

wwwwww