Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
21 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
23 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
6 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
4
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
Politik
8 jam yang lalu
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
5
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
6
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
8 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Warga Buka Peti dan Mandikan Jenazah Pasien Positif Covid-19, Belasan Penduduk Dusun Reaktif

Warga Buka Peti dan Mandikan Jenazah Pasien Positif Covid-19, Belasan Penduduk Dusun Reaktif
Pemakaman jenazah pasien virus corona menggunakan protokol kesehatan. (int)
Senin, 18 Mei 2020 09:51 WIB
SIDOARJO - Sebanyak 17 orang warga salah satu dusun di Kecamatan Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test.

Rapid test terhadap belasan warga tersebut dilakukan setelah mereka membuka peti jenazah pasien positif Covid-19, kemudian memandikan dan memakamkannya tanpa protokol kesehatan.

Dikutip dari Republika.co.id, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman mengatakan, tim tracing telah melakukan rapid test terhadap keluarga dan tetangga warga terinfeksi virus corona yang meninggal tersebut.

''17 orang hasilnya reaktif, tapi belum di swab. Mungkin besok swabnya,'' kata dr Syaf Satriawarman saat dikonfirmasi, Ahad (17/5/2020).

Dijelaskannya, jenazah pasien Covid-19 itu sudah dibungkus plastik sesuai SOP protokol kesehatan.

''Kalau peti jenazahnya dibuka, ya menulari. Sebab, cairan tubuh pasien tersebut kalau keluar, ya otomatis masih menular,'' ujarnya.

''Sesuai protokol kesehatan, jenazah orang kena Covid-19 harus dimasukkan plastik, tidak boleh dibuka lagi, dimasukkan peti dan langsung dimakamkan. Itu dilanggar, ya mesti saja kami curigai. Akhirnya, setelah 14 hari orang-orang yang menghadiri, orang-orang yang memandikan itu kena masalah. Mudah-mudahan saja hasil swab nanti negatif,'' ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak menyalahi aturan protokol kesehatan agar tidak terjadi masalah seperti ini lagi.

''Buka plastik dan buka peti itu menyalahi aturan. Saya tegur direktur rumah sakit yang mengantarkan jenazah. Masyarakatnya bilang tidak ada imbauan dari rumah sakit dan saya tegur agar tidak terjadi lagi,'' tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyebut pihaknya terlambat mendapatkan informasi dan melakukan langkah penanganan sehingga virus dengan cepat menyebar di dusun tersebut.

''Kejadiannya sudah dua minggu lalu. Jadi untuk penanganan di Waru harus dilakukan secara ekstra. Wilayah harus diperhatikan penuh, termasuk tempat ibadah harus ditangani secara serius,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kesehatan

wwwwww