Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
21 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
2
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
12 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
3
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
4
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
5
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
Pemerintahan
22 jam yang lalu
New Normal, Era Dunia Konstruksi di Revolusi Industri 5.0
6
Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan
GoNews Group
23 jam yang lalu
Protokol Olahraga New Normal Covid 19, Fokuskan Latihan Olahraga Perorangan
Home  /  Berita  /  Politik

Bamsoet: Pemuda Harus Berintegritas Tinggi Sebagai Anak Biologis Pancasila

Bamsoet: Pemuda Harus Berintegritas Tinggi Sebagai Anak Biologis Pancasila
Rabu, 20 Mei 2020 16:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan agenda strategis pembangunan kepemudaan adalah menciptakan generasi yang tangguh, mandiri dan berdaya saing. Untuk itu, pemuda harus memiliki integritas tinggi sebagai anak biologis Pancasila, dengan kapasitas unggulan yang berbasiskan budaya yang kuat. Sehingga, ciri khas ke-Indonesia-an tidak boleh luntur karena inflitrasi asing ataupun akulturasi.

"Jati diri Pancasila dengan konsensus Empat Pilar MPR RI harus bisa melebur dalam keseharian anak muda masa kini. Tidak ada bangsa besar yang melupakan sejarah perjuangan para pendahulu. Tidak ada bangsa yang sukses tanpa bimbingan dan keteladanan para pemimpin sebelumnya. Tidak ada bangsa yang maju tanpa ide kreatif karya nyata anak mudanya," ujar Bamsoet dalam acara deklarasi Gerakan Generasi Z Indonesia (GENZI) yang dilakukan secara virtual, di Jakarta, Rabu (20/5/20).

Mantan Ketua DPR RI ini menilai lahirnya GENZI bisa menjadi oase atas kebutuhan wadah organisasi kepemudaan yang bisa berkontribusi secara nyata dalam gerak dan laju pembangunan. Khususnya di masa-masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Pandemi Covid-19 rupanya tidak menjadi halangan untuk mendeklarasikan GENZI. Bahkan GENZI bisa menyatukan para generasi Z dari dari Sabang sampai Merauke, dan selanjutkan mewujudkan misi GENZI untuk membangun generasi Z sebagai generasi emas yang memiliki nilai spiritual, nasionalisme, dan entepreneurship guna mencapai Indonesia maju dan sejahtera," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, sepanjang sejarah perjalanan bangsa, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Baik pada awal pergerakan nasional kepemudaan dengan lahirnya Sumpah Pemuda, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, hingga perjuangan pendobrak zaman yang melahirkan era reformasi.

Catatan data Badan Pusat Statistik terkini menunjukkan, lebih dari 25 persen penduduk Indonesia saat ini berkategori Pemuda atau sekitar lebih dari 63 juta jiwa. Dengan studi komparasi, jumlah tersebut dua kali lipat total populasi Malaysia atau 2,6 kali lipat total populasi di Australia dalam kelompok usia yang sama.

"Hal ini menjadi peluang sekaligus ancaman yang harus diperhatikan dan dipersiapkan secara serius sejak sekarang. Mengingat peran pemuda yang tidak ringan di tengah masifnya perkembangan revolusi industri 4.0 dan dinamika global yang seringkali unpredictable," pungkas Bamsoet.***


wwwwww